Tenang Dekat Allah

Kamis, 27 November 2025


“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2)


Pembahasan: Mazmur 62:1-13 | Ayat Bacaan: Mazmur 61-62

Tidak ada seorang pun yang kebal terhadap pergumulan hidup. Di tengah pergumulan dan gundah gulana yang menimpa, tentu kita mengharapkan ketenangan hidup. Pertanyaannya, siapakah yang kita cari dan andalkan di tengah segala pergumulan kita? Ke manakah kita mencari ketenangan saat hati dilanda gundah gulana?

Daud pun tidak imun terhadap pergumulan. Dalam perjalanannya menjadi raja, ia menghadapi pergumulan yang begitu berat. Ia menghadapi orang-orang yang tidak menyukainya, yang berusaha meruntuhkan kepemimpinannya dan mengkhianatinya (ay. 4-5). Kemungkinan, Mazmur ini ditulis ketika Daud sedang melarikan diri dari Absalom, yang ingin merebut takhta dan membunuhnya. Di tengah kondisi ini, Daud berkata, “Hanya dekat Allah saja aku tenang.” Kata “hanya” diulangi sebanyak empat kali dalam mazmur ini, menegaskan keseriusan pengakuan Daud. Daud menyatakan bahwa hanya Allah lah sumber ketenangannya (ay. 2, 6). Pengakuan ini lahir dari kesadaran Daud bahwa hanya Allah satu-satunya Pribadi yang dapat diandalkan. Allah adalah sumber keselamatan dan pengharapan dalam hidupnya. Daud menggambarkan, Allah sebagai gunung batu dan kota benteng yang membuatnya teguh tidak goyah. Daud sadar betul bahwa bahwa dunia–baik harta, takhta, saudara, maupun kekuatan,–tidak dapat diandalkan karena semua itu bersifat fana dan hina (ay. 10-11). Hanya Allah, Pribadi yang kekal, yang dapat ia andalkan dan memberi ketenangan. Keyakinan Daud mendorongnya untuk mengajak umat menaruh harap dan percaya hanya kepada Allah (ay. 9).

Setiap kita mungkin pernah atau sedang menghadapi pergumulan berat saat ini. Ke manakah kita mencari ketenangan, healing? Siapa yang kita andalkan dalam pergumulan itu—harta, jabatan, rekan, atau kekuatan kita? Bukankah semuanya bersifat fana? Pandanglah kepada Allah, sebab hanya di dalam dan dekat Dia kita memperoleh ketenangan sejati. Hanya Dia satu-satunya Pribadi kekal, sumber keselamatan dan pengharapan yang dapat kita andalkan.

STUDI PRIBADI: Mengapa Daud menyatakan: hanya dekat Allah ia tenang? Pergumulan apa yang sedang Daud hadapi saat itu? Apa yang Daud lakukan di tengah pergumulannya?

Pokok Doa: Berdoa agar Roh Kudus terus memampukan kita untuk mencari ketenangan hanya di dalam Allah dan menolong kita untuk mengandalkan Allah dalam kehidupan kita, di tengah segala pergumulan yang terjadi.

Sharing Is Caring:

×

Mazmur 61

Doa untuk raja

1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Dari Daud. (61-2) Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku!

2 (61-3) Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.

3 (61-4) Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.

4 (61-5) Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! Sela

5 (61-6) Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu.

6 (61-7) Tambahilah umur raja, tahun-tahun hidupnya kiranya sampai turun-temurun;

7 (61-8) kiranya ia bersemayam di hadapan Allah selama-lamanya, titahkanlah kasih setia dan kebenaran menjaga dia.

8 (61-9) Maka aku hendak memazmurkan nama-Mu untuk selamanya, sedang aku membayar nazarku hari demi hari.

×

Mazmur 62:1-13

Perasaan tenang dekat Allah

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?

4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela

5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.

8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela

9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.

10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,

12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

×

Mazmur 62:4-5

3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?

4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela

×

Mazmur 62:2-6

1 (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?

4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela

5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.

6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

×

Mazmur 62:10-11

9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.

10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

×

Mazmur 62:9

8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela

×

Mazmur 56:14

13 (56-14) Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.

×

Mazmur 45:17

16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

×

Roma 8:38-39

38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

×

Mazmur 146:9

9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

×

Mazmur 41:5

4 (41-5) Kalau aku, kataku: "TUHAN, kasihanilah aku, sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!"

×

Matius 5:7

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

×

Matius 11:28

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

×

1 Petrus 5:7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *