Pengharapan Yang Kekal

Sabtu, 27 April 2024


”Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” (Roma 8:24)


Pembahasan: Roma 8:24 | Ayat Bacaan: Roma 8:18-25

Hidup sehat, berkecukupan, jauh dari kesulitan, tanpa penderitaan dan rasa sakit adalah dambaan banyak orang. Lalu, apa yang paling kita harapkan ketika mengalami kesulitan, sakit atau penderitaan? Tentu kita berharap supaya segera dilalukan dari pergumulan tersebut. Keinginan yang wajar; tidak ada orang yang suka dengan kesulitan dan penderitaan. Namun pengharapan yang demikian hanya sementara, yang mungkin bisa kita dapatkan tapi juga bisa hilang kembali.

Paulus mengalami banyak kesulitan dan penderitaan dalam pelayanan, seperti tertulis di 2 Korintus 11:23-27, tapi ia bisa menghadapi dan menjalani pelayanannya dengan semangat karena memiliki pengharapan yang kekal. Paulus mengajarkan, orang Kristen memang tidak kebal dengan masalah, kesulitan maupun penderitaan. Di ayat 22, ia menggambarkan penderitaan bagaikan sakit bersalin. Orang yang akan melahirkan mengalami kesakitan yang kadang bisa berlangsung cukup lama. Sejak mengandung, seorang ibu bisa mengalami hal-hal yang tidak nyaman. Mengapa ia bisa bertahan dan menghadapinya? Karena ia punya pengharapan bahwa kesakitan itu hanya sementara. Setelah bayinya lahir, maka kesakitannya akan lenyap dan digantikan sukacita yang meluap. Itulah gambaran penderitaan kita di dunia ini, hanya sementara dan tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan dan sukacita yang kelak akan dinyatakan pada kita (ay. 18). Saat kita mengalami penderitaan karena iman, jangan kita putus asa atau menuduh Tuhan tidak mengasihi kita. Sesunguhnya kita memiliki pengharapan kekal, yang akan kita nikmati bersama Allah Tritunggal. Kapankah hal itu akan terwujud? Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali!

Memang kita belum mengalaminya saat ini; maka dari itu berbahagialah yang menantikan dengan tekun dan penuh keyakinan akan janji Tuhan. Pengharapan akan kehidupan penuh sukacita kekal inilah yang memberikan kekuatan ketika kita menghadapi pergumulan dan penderitaan sehingga kita dapat berkata seperti Paulus: “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami” (2 Kor. 4:17).

STUDI PRIBADI: Apa yang membuat Anda tidak mampu bertahan menghadapi pergumulan dan penderitaan? Apa yang memampukan Anda bertahan menghadapi penderitaan?

Pokok Doa: Berdoa agar setiap anak Tuhan dapat menghadapi pergumulan dan penderitaan dengan cara pandang yang tepat yang sesuai kebenaran firman Tuhan.

×

Roma 8 : 18-25

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

×

2 Korintus 11 : 23-27

23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan,

25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.

26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

×

Roma 8 : 22

22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

×

Roma 8 : 18

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

×

2 Korintus 4 : 17

17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

×

Markus 14 : 6

6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *