Perhatian Kepada Orang Tua

Selasa, 02 April 2024


“Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.” (Yohanes 19:27)


Pembahasan: Yohanes 19:27 | Ayat Bacaan: Yohanes 19:25-27

Seseorang yang telah membesarkan dan mengiring sepanjang hampir separuh hidup kita, tetapi mungkin kadang terlupa untuk diperlakukan dengan istimewa. Ya, adalah orang tua kita yang sudah renta dimakan usia. Melalui perikop hari ini, kiranya kita bisa diingatkan untuk memperhatikan mereka.

Injil dari Yohanes begitu baik menampilkan sosok figur Maria, di mana ia muncul pada bagian awal dan akhir Kitab Yohanes. Pada bagian awal kitab adalah ketika Yesus dan Maria menghadiri pesta perkawinan di Kana. Dan bagian akhir adalah bacaan kita hari ini. Kemunculan-kemunculan ini seakan memiliki pesan bahwa orang tua Yesus senantiasa ada dalam setiap perjalanan pelayanan Yesus. Walau sampai mati pun, Maria bahkan ada di sana untuk mendampingi anaknya.

Hubungan ini terjalin secara berbalas-balasan sebab Yesus juga menghormati orang tuanya. Kita tahu sendiri bahwa budaya untuk merawat orang tua adalah perintah yang sudah melekat kuat dalam pikiran orang Yahudi (Kel. 20:12, Ul. 5:16). Karena itu juga Yesus hendak melakukan aturan yang baik ini, tentang anak yang harus menaati orang tua bahkan di penghujung hidup-Nya di dunia. Walau dalam kondisi tak berdaya karena sedang digantung di kayu salib, Yesus tetap melakukan sebisanya dengan menyerahkannya pada murid yang dikasihi-Nya. Yesus telah memutuskan dengan matang. Ia memastikan bahwa ibu-Nya ada di tangan orang yang tepat.

Sebagai pengikut Kristus, kita juga tidak boleh mengesampingkan tugas untuk merawat orang tua. Yesus saja begitu memperhatikan dengan detail akan kehidupan orang tuanya, masakan kita tidak meneladani-Nya? Sekiranya, pelayanan atau pekerjaan tidak menjadi alasan untuk kita tetap menyayangi kedua orang tua kita. Mari kita berjuang untuk setia melakukan firman Tuhan dalam hidup kita dan bukan hanya menjadi pendengar saja.

STUDI PRIBADI: Tutuplah Alkitab dan renungan ini; pergilah dan lakukanlah firman Tuhan. Sayangi kedua orang tua kita selagi masih ada waktu.

Berdoalah: Ya Tuhan, kami bersyukur atas teladan-Mu yang mengajarkan kami untuk tetap berbakti. Biarlah kami berjanji untuk senantiasa bersedia mengurusi orang tua yang Engkau anugerahkan bagi kami.

×

Yohanes 19 : 25-27

25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"

27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

×

Keluaran 20 : 12

12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

×

Ulangan 5 : 16

16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

×

Roma 8 : 18

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

×

Markus 14 : 5

5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu.

×

Markus 14 : 6

6 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *