Melawan Penyembah Berhala

Selasa, 16 Mei 2023

“supaya kaum Israel jangan lagi sesat daripada-Ku dan jangan lagi menajiskan dirinya dengan segala pelanggaran mereka; dengan demikian mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” (Yeh. 14:11)


Bacaan hari ini: Yehezkiel 14:1-11 | Bacaan setahun: Yehezkiel 13-14

Demi menyenangkan istri yang dikasihinya, Anton rela bekerja lebih keras agar mampu membeli sebuah motor sebagai hadiah ulang tahun sang istri. Motor itu memang sudah diimpikan sang istri cukup lama. Kegembiraan jelas terlihat dari wajah sang istri ketika menerima hadiah motor tersebut. Ia bahkan sangat bersemangat dan antusias ketika merawat motor hadiah dari sang suami. Namun, betapa hancurnya hati Anton ketika melihat perubahan istrinya semenjak memiliki motor itu. Ia jauh lebih menghargai hadiah tersebut dibandingkan suaminya. Bahkan Anton pun tidak diizinkan mengendarai motornya itu agar tetap terlindungi dengan baik.

Sikap istri Anton tersebut sejatinya merupakan gambaran spiritualitas bangsa Israel pada zaman nabi Yehezkiel. Hal ini tercermin dari watak para pemimpin Israel yang sebenarnya sudah dipengaruhi oleh nilai dan budaya bangsa Babel. Celakanya, mereka tetap memandang diri mereka sebagai pengikut Yahweh yang setia. Padahal, mereka jauh lebih mengandalkan hikmat mereka sendiri dalam mengambil keputusan demi keputusan. Sikap hati seperti ini sangat dikecam Allah. Kecaman ini diiringi dengan panggilan pertobatan untuk melepaskan segala berhala yang selama ini mereka pegang. Tidak hanya itu saja, Allah juga menyatakan janji-Nya bahwa Ia akan memurnikan setiap umat-Nya dari segala dosa penyembahan berhala tersebut.

Seringkali ilah atau berhala yang kita sembah justru berupa berkat dari Allah yang mengasihi kita. Berkat tersebut pada akhirnya membutakan mata hati kita untuk melihat keindahan dan kemuliaan Pribadi-Nya dalam kehidupan kita. Kita lebih rela kehilangan Allah daripada berkat itu sendiri. Tentu Allah tidak menginginkan hal itu terjadi dalam kehidupan anak-anak- Nya. Ia menghendaki setiap kita menjadikan Dia satu-satunya Tuan dalam kehidupan kita. Satu-satunya Pribadi yang harus ditaati dalam setiap aspek kehidupan kita. Maukah kita belajar untuk mengasihi dan men-Tuhan-kan Dia, dan bukan berkat-Nya dalam kehidupan kita?

STUDI PRIBADI: Apakah yang selama ini telah menjadi berhala dan telah menggeser posisi Kristus sebagai yang terutama dalam hidup kita? Godaan apa yang harus kita waspadai?

Pokok Doa: Berdoa kiranya Kristus menyadarkan umat Allah dari kehidupan yang tidak sesuai dengan yang diperkenanan-Nya. Berdoa bagi umat Allah supaya selalu mengutamakan Kristus dalam segala aspek kehidupannya.

×

Yehezkiel 12 : 22

22 "Hai anak manusia, sindiran apakah itu yang hidup di antara kamu di tanah Israel, yang berbunyi: Sudah lama berselang, tetapi satu penglihatanpun tak jadi?

×

Yehezkiel 12 : 27

27 "Hai anak manusia, lihatlah, kaum Israel berkata: Penglihatan yang dilihatnya itu, harinya masih jauh, nubuatan yang diucapkannya, waktunya masih lama.

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *