29 Januari 2023

RINGKASAN KHOTBAH
29 JANUARI 2023

Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

PEMURIDAN DAN MISI

Matius 28 : 19-20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Matius 28 : 19-20

Gereja hadir di dalam dunia ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi untuk meneruskan karya Kristus di tengah-tengah dunia. Umat Tuhan terpanggil untuk melakukan tugas misi dan pe­muridan. Kita semua terpanggil untuk membawa kabar baik (lnjil) kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Setelah mereka mengenal dan percaya selanjutnya mereka perlu dimurid­kan.

Menjelang kenaikan-Nya ke sorga, Tuhan Yesus memulai Amanat-Nya dengan memberikan sebuah deklarasi, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi” (28:18). Per­nyataan ini menegaskan kepada para murid hari itu, bahwa Yesus memiliki otoritas di sorga dan di bumi. la adalah Tuhan, sang pemilik sorga dan bumi ini. Jadi tugas yang Tuhan berikan kepada para murid itu adalah sebuah tugas yang diberikan oleh Yesus, Tuhan dan pemilik alam semesta.

Setelah itu barulah Tuhan Yesus memberikan perintah kepada para murid, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Dalam Amanat Agung yang Yesus sampaikan ini kita melihat ada dua hal penting yang juga menjadi panggilan para mu rid dan juga gereja Tuhan saat ini.

Hal pertama yang Tuhan perintahkan supaya mereka pergi. Kata “pergi” menyatakan mereka harus pergi dengan sebuah tujuan. Ke mana dan untuk apa? Mereka diperintahkan pergi kepada semua bangsa tanpa kecuali dan untuk memberitakan lnjil kepada semua orang. Tuhan menyatakan Kabar baik (lnjil) bukanlah milik ekslusif suatu bangsa saja melainkan kepada semua orang dari semua bangsa dan golongan. Pandangan ini merupakan sebuah terobosan penting pada masa itu. Mengapa? Bagi orang-orang Yahudi, keselamatan adalah hak istimewa yang Allah berikan hanya kepada mereka saja. Amanat Agung Tuhan mengingatkan bahwa keselamatan Allah anugerahkan kepada semua orang yang mau percaya kepada Kristus.

Panggilan untuk menjalankan misi Tuhan ini terus bergulir sepanjang zaman. lnjil Tuhan terus diberitakan dan satu persatu orang dari berbagai bangsa dan latar belakang dimenang­kan dan dimuridkan. Gereja pun terus bertumbuh dan berkembang sehingga siklus ini terus berjalan.

Ada banyak cara melihat dan mengukur pertumbuhan sebuah gereja; bisa dilihat dari megahnya gedung gereja yang ada, banyaknya pengunjung ibadah setiap minggunya, besarnya persembahan yang ada. Tapi tepatkah semua ukuran itu untuk sebuah gereja Tuhan? Ada sebuah kutipan dari Pdt. Rick Warren yang mengingatkan kita: “You measure a church’s strength, not by its seating capacity but by its sending capacity. How many doing the Great Commission?” Hal berikutnya adalah tugas memuridkan. Setelah lnjil diberitakan dan orang yang belum percaya menerima Kristus, maka tugas yang tidak kalah pentingnya adalah menjadikan mereka sebagai murid Kristus, membaptis dan mengajar mereka. Tuhan Yesus telah memberikan pola pemuridan dengan dua belas murid yang hidup bersama-sama dengan-Nya selama tiga setengah tahun. Pemuridan adalah proses memuridkan seorang murid supaya bisa memurid­kan kembali.

Memuridkan adalah hal yang tidak boleh diabaikan oleh gereja Tuhan. Komunitas pemuridan adalah hal penting yang dalam pertumbuhan jemaat, karena itu perlu diwadahi di dalam kelompok-kelompok kecil. lni bukan sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan. Pengajaran bukan merupakan pekerjaan sampingan, melainkan salah satu pelayanan pokok gereja.

Kedua hal ini, misi dan penginjilan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bergereja. Tugas misi bukan hanya melulu tugas dari departemen misi atau yayasan misi saja, melainkan tugas dan tanggung jawab semua jemaat. Begitu juga pemuridan bukan hanya untuk sekelompok jemaat saja, melainkan semua jemaat perlu terlibat dan bertumbuh di dalamnya. Keduanya, misi dan pemuridan bisa diibaratkan dua roda pada sebuah sepeda. Untuk bisa berjalan maju, kedua roda itu harus bergerak bersama-sama. Demikian juga dengan kehidupan gereja, misi dan pemuridan merupakan roda penggerak yang menolong gereja terus maju menggenapkan Amanat Agung Tuhan Yesus. Sekaranglah saatnya setiap jemaat GKA Gloria bergerak untuk pelayanan misi dan pemuridan, Tuhan Yesus mem­berkati!

  1. Bagikan kepada teman dalam kelompok anda, kebenaran yang anda dapatkan dari khotbah yang telah disampaikan hari minggu lalu!
  2. Bagaimana anda memahami tugas misi dan pemuridan sebagai bagian yang menyatu dalam Amanat Agung Tuhan?
  3. Mengapa gereja harus terus melaksanakan Amanat Agung ini?
  4. Bagikan pendapat anda, bagaimana kita selaku jemaat boleh melibatkan diri dalam misi dan pemuridan gereja?
  5. Menurut anda, apa yang bisa dikerjakan supaya semua jemaat gereja bisa memahami dan mau melibatkan diri dalam pelayanan misi dan pemuridan ini?
Setelah mengikuti sesi ini, saya akan ……………………………………………………..
  1. Berdoa untuk setiap Hamba Tuhan dan Majelis Gereja kita supaya Tuhan terus menolong mereka dalam pelayanan dan kehidupan pribadi, sehingga mereka boleh terus Tuhan pakai mengembangkan gereja kita.
  2. Berdoa untuk pelayanan misi yang Tuhan percayakan bagi GKA Gloria.
  3. Berdoa buat kelompok-kelompok kecil, GDG di gereja kita. Melalui GDG ini setiap jemaat boleh dimuridkan dan bertumbuh.
Download Ringkasan Khotbah
Download Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah