Mukjizat : Koin Di Mulut Ikan

Senin, 20 September 2021

Bacaan hari ini: Matius 17:24-27 | Bacaan setahun: Mazmur 119:1-88, Wahyu 20



“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah...” (Matius 17:27)

Kita biasanya kesal apabila diminta melakukan sesuatu yang bukan kewajiban kita. Bukankah kita sering menggerutu ketika kendaraan kita hanya berhenti sebentar, tetapi diminta bayar parkir. Di satu sisi, kita menilai tidak membutuhkan jasa juru parkir. Tetapi di sisi lainnya, si juru parkir merasa sudah berperan menjaga kendaraan kita, meskipun singkat. Pendeknya, tidak mudah memang bagi kita diminta melakukan sesuatu yang bukan kewajiban kita.

Kondisi serupa diperhadapkan kepada Yesus dan salah satu murid-Nya, yaitu Petrus. Petrus tentu tahu bahwa ada kewajiban bagi seorang pria Yahudi dewasa untuk membayar pajak. Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa ada beberapa kategori dimana orang tidak harus membayar pajak tersebut. Jawaban Petrus atas pertanyaan Yesus ini menyiratkan dengan jelas bahwa mereka sebenarnya tidak perlu membayar pajak tersebut. Meski demikian, Yesus tidak ingin Petrus memusingkan perdebatan yang ada, dan lebih berfokus pada konsekuensi atas tindakannya. Selama hal tersebut tidak menjadi batu sandungan untuk orang lain, alangkah baiknya tindakan tersebut tetap dilakukan. Mukjizat yang dilakukan Yesus pada akhir bagian ini juga mengajarkan kepada kita bahwa pada akhirnya Allah sendiri yang akan mencukupkan dan memampukan kita dalam melakukan ketaatan tersebut.

Di tengah sistem pemerintahan dunia yang telah bobrok dan penuh keberdosaan, tentu bukan hal yang mudah bagi kita untuk menaati setiap peraturan yang ada. Beberapa peraturan terkadang terlihat tidak benar dalam cara pandang kita. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita bahwa tidak setuju akan sesuatu bukan berarti kita punya hak untuk tidak taat. Selama hal tersebut bukan tindakan yang berdosa, kita tidak pernah tahu apakah ketaatan kita akan menjadi jalan bagi orang lain untuk melihat karya Injil. Sama seperti empat dirham yang Petrus temukan dalam mulut seekor ikan, Allah yang sama juga akan mencukupkan dan memampukan kita untuk boleh menaati pilihan-pilihan tidak mudah dalam kehidupan kita.

STUDI PRIBADI: Bagaimanakah kasih Anda kepada Allah menolong Anda untuk hidup dalam ketaatan kepada pemimpin dan pemerintah?

Pokok Doa: Berdoalah agar setiap anak Tuhan tetap bersikap bijak dalam menghadapi masa pandemi ini dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *