Kemurtadan

Sabtu, 23 Januari 2021

Bacaan hari ini: Ibrani 3:9-19 | Bacaan setahun: Keluaran 7-8, Matius 23



“Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.” (Ibrani 3:12)

Kata “murtad” sering disematkan pada seorang yang meninggalkan agamanya semula, dan menganut agama yang lain. Tetapi dalam perikop di sini, penulis Ibrani memaknai kata murtad dengan lebih dalam. Murtad di sini berarti meninggalkan Allah yang hidup (ay. 12). Meninggalkan” berarti dia terpisah dari Allah, bukan hanya bersifat teologis (meninggalkan paham doktrinal yang dia pegang), bukan juga bersifat eklesiastikal yaitu tidak menjadi anggota gereja. Murtad atau meninggalkan Allah yang hidup adalah secara spiritual, bahwa hatinya telah sesat dan terpisah dengan Allah penciptanya (ay. 10). Hati yang sesat yang membuat seseorang kehilangan cinta dan kesetiaan kepada Allah.

Akar dari kemurtadan adalah hati yang jahat, yang berujung kepada ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan yang akan membawa seseorang ke dalam pengasingan spiritual dengan yang ilahi, keterasingan spiritual yang mengakibatkan kematian rohani. Kematian rohani yang membuat seseorang mengalami keterpisahan kekal dengan Tuhan.

Setiap orang percaya bertanggung jawab atas imannya kepada Kristus, tetapi gereja/komunitas memiliki peran penting, supaya tidak ada satupun anggotanya yang menjadi terasing dari Tuhan. Komunitas harus ada untuk saling menasihati, saling mendukung, supaya tidak ada salah satu dari anggota komunitas itu yang mengeraskan hati. Komunitas tidak boleh lalai menjaga sesamanya, karena konsekuensi dari kelalaian tersebut adalah keterpisahan dari Tuhan.

Kunci utama yang harus dipegang supaya seseorang tidak murtad dari jalan Tuhan adalah “hati.” Seorang Kristen harus menjaga hatinya untuk tetap melekat dengan Tuhan supaya iman percayanya tetap terarah hanya kepada Yesus sang Juruselamat, dan juga berperan aktif memperhatikan saudara seiman untuk memiliki hati yang sama.

STUDI PRIBADI : Apakah akibat kemurtadan bagi seseorang, dan apa yang menjadi tugas kita sebagai sesama saudara dalam Kristus?

Pokok Doa : Berdoalah supaya setiap orang percaya bisa menjaga hatinya untuk tetap melekat hanya kepada Yesus, supaya iman percayanya terus bertumbuh dalam pengharapan akan Kristus.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *