Pelayanan Dan Penderitaan

Minggu, 29 November 2020

Bacaan hari ini: Kolose 1:24-2:5 | Bacaan setahun: Yehezkiel 34-35



“Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.” (Kolose 2:5)

Paulus menuliskan bahwa ia bersukacita karena ia boleh menderita bagi jemaat Kolose dan dengan demikian menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Apakah ini berarti bahwa penderitaan Kristus tidak cukup sehingga harus ditambahkan oleh Paulus? Tentu saja, maksudnya bukan demikian. Tetapi dalam bagian ini Paulus ingin menjelaskan bahwa Yesus telah menderita dalam menggenapi karya-Nya, sehingga semua orang yang meneruskan karya-Nya mendapat bagian dalam penderitaan-Nya (bnd. Roma 8:17).

Paulus bersyukur karena ia dianggap layak untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus karena Injil yang diberitakan. Paulus bersyukur karena dapat menjalankan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya, sekalipun untuk itu ada perjuangan berat yang harus ia lakukan. Yang terutama bagi Paulus adalah agar jemaat bisa memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah yakni Kristus, sehingga mereka tidak mudah diperdaya oleh kata-kata atau pengajaran yang salah. Inilah hati seorang pelayan yang sungguh mengerti panggilan Tuhan dalam hidupnya. Dalam pelayanan Paulus, tidak selalu orang menerima Injil yang diberitakan dengan sukacita, bahkan banyak yang menolak dengan keras sehingga tidak jarang Paulus harus menderita karena penolakan mereka. Tetapi pelayanan pemberitaan Injil yang sulit ini, tidak dilihat Paulus sebagai sebuah beban, tapi sebuah kehormatan karena ia boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus bagi jemaat-Nya.

Bagaimana kita memandang pelayanan yang dipercayakan kepada kita? Ada kalanya kita juga mengalami penderitaan oleh karena kesetiaan kita untuk memberitakan Injil, untuk mempertahankan dan hidup dalam kebenaran, lalu apakah kita akan mundur atau bahkan berpaling demi keamanan dan kenyamanan diri? Paulus mengerti dengan jelas visi yang Allah berikan kepadanya, yakni agar jemaat bertumbuh dalam pengenalan mereka akan Kristus, dan untuk itu, Paulus rela membayar harga. Bagaimana dengan kita?

STUDI PRIBADI :
(1) Mengapa Paulus bersukacita saat ia menderita?
(2) Bagaimana kita memaknai penderitaan sebagai bagian yang harus kita tanggung ketika kita melayani Dia?

Pokok Doa : Berdoalah agar jemaat Tuhan dapat bertumbuh dalam Kristus melalui pelayanan dari hamba-hamba Tuhan. Berdoalah agar jemaat mau membayar harga dalam mengikut dan melayani Tuhan.  

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *