Harapan Hamba Yang Melayani

Sabtu, 17 Oktober 2020

Bacaan hari ini: 2 Korintus 10:12-18 | Bacaan setahun: Yesaya 34-36, Amsal 17



“Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.” (2 Korintus 10:14)

Dalam perjalanan kehidupannya di dunia ini, manusia selalu memiliki harapan atau cita-cita yang hendak dicapainya. Sehingga tanpa disadari ada banyak di antara kita sangat membanggakan prestasi yang telah dicapai selama hidup.

Pembacaan kita pada hari ini, menunjukkan bagaimana Rasul Paulus menjelaskan tentang pelayanan yang telah dilakukannya selama ini. Memang ada banyak tantangan dari para pengajar Palsu yang selalu menyerang pelayanan Rasul Paulus, bahkan ada yang mempertanyakan hak ke-rasulan-nya. Namun, bagi Rasul Paulus yang penting bukanlah dipuji oleh manusia melainkan memperoleh pujian dari Allah. Oleh sebab itu, Rasul Paulus mendorong Jemaat Korintus untuk mengembangkan sikap pelayanan yang diperkenan oleh Allah, yaitu: (1) Seorang pelayan hendaklah tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, Rasul Paulus mendorong supaya setiap orang percaya berusaha mencari dan menemukan karunia yang Tuhan berikan dan kemudian mengembangkannya bagi kemuliaan Allah; (2) Seorang pelayan hendaklah memperhatikan pertumbuhan iman kerohaniannya secara pribadi. Sebab pertumbuhan sangat mempengaruhi perkembangan tubuh Kristus secara keseluruhan; dan (3) Seorang pelayan hendaklah menjadi pendukung bagi para pemimpin. Sehingga para pemimpin yang dipercayai Tuhan tersebut dapat mengembangkan pelayanannya, sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan. Kerjasama dan kesehatian menjadi landasan utama dalam mengembangkan pekerjaan Tuhan di dunia ini.

Marilah sebagai Umat Allah, pada zaman ini, kita selalu membangun sikap seorang pelayan yang benar di hadapan Tuhan. Dengan sebuah harapan bahwa hanya Allah yang akan memberikan pujian kepada setiap pelayanan yang dikerjakan bagi kemuliaan-Nya, seperti tertulis, “Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan” (2 Kor. 10:18).

STUDI PRIBADI : Apakah yang menjadi fokus utama pelayanan yang dikerjakan Paulus? Mengapa hal itu penting?

Pokok Doa : Berdoalah agar Tuhan memampukan kita memiliki sikap pelayan yang diperkenan-Nya, yaitu mengembangkan talenta untuk kemuliaan-Nya, bertumbuh dalam iman kerohanian, dan mendukung pemimpin kita. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *