Bukti Kemurahan Hati

Rabu, 14 Oktober 2020

Bacaan hari ini: 2 Korintus 9:1-5 | Bacaan setahun: Yesaya 27-28, Amsal 14



“…agar nanti tersedia sebagai bukti kemurahan hati kamu dan bukan sebagai pemberian yang dipaksakan.” (2 Korintus 9:5c)

Bersikap baik hati tetapi tidak diiringi dengan ketulusan, tidak bisa membodohi siapa pun. Demikian menurut sebuah studi baru dari para peneliti di Harvard dan University of North Carolina Chapel Hill. Peneliti dalam jurnal Personality and Social Psychology mengungkapkan, “berlagak baik lalu menutupinya dengan kerendahan hati benar-benar membuat orang lain tak menyukai Anda.”

Kutipan artikel jurnal ini menunjukkan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tidak tulus atau kepura-puraan tidak akan bertahan lama. Hal ini akan segera terdeteksi dan akhirnya membawa efek negatif bagi mereka yang melakukannya. Yang menjadi pertanyaan, dengan apa kita dapat melihat/menilai sebuah ketulusan yang dilakukan oleh seseorang?

Jemaat di Korintus telah menyatakan komitmen mereka untuk menolong jemaat miskin di Yerusalem oleh karena bencana yang menimpa Yerusalem pada waktu itu. Hal ini sangat baik, bahkan telah menginspirasi jemaat lainnya untuk turut serta dalam pelayanan kasih ini. Tetapi sayang, nampaknya niat baik ini tidak diiringi dengan perwujudan tindakan yang nyata oleh jemaat di Korintus. Inilah salah satu alasan mengapa Paulus mengutus Titus dan beberapa rekan lainnya untuk datang ke Korintus, memastikan terlaksananya niat baik pelayanan kasih ini.

Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar mereka segera mewujudkan pelayanan kasih yang telah mereka janjikan sebelumnya. Paulus mengingatkan bahwa kemurahan hati tidak hanya sekadar niat atau wacana, melainkan harus diwujud-nyatakan, agar orang dapat melihat ketulusan dari kemurahan hati mereka.

Inilah salah satu cara untuk menunjukkan ketulusan dalam kemurahan hati kita – bukan hanya sekadar dalam perkataan wacana – tetapi dengan mewujud-nyatakannya. Kiranya TUHAN menolong setiap kita agar dapat mewujud-nyatakan kemurahan hati kita dalam tindakan nyata, hari lepas hari.

STUDI PRIBADI : Tuhan, sudahkah semua niat baikku terwujud-nyatakan dalam tindakanku sehar-hari?

Pokok Doa : Berdoalah memohon agar Roh Kudus menolong untuk mewujudnyatakan kemurahan hati kita dalam tindakan nyata setiap hari. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *