Pelayanan Adalah Kerjasama Rekan

Jumat, 04 September 2020

Bacaan hari ini: Roma 16:17-27 | Bacaan setahun: Mazmur 84-86, Wahyu 4



“Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.” (Roma 16:22 )

Setelah menyapa rekan sepelayanan dan jemaat di Roma, serta meminta tolong mereka untuk memperhatikan jemaat dari gereja lain selain jemaat sendiri (ay. 1), Paulus “menuliskan” nama-nama rekan yang sedang melayani bersama dia. Rekan-rekan Paulus juga menitipkan salam kepada jemaat di Roma, jadi bukan dari Paulus sendiri. Sungguh indah menjadi rekan sepelayanan Paulus, karena bukan Paulus seorang diri saja yang mengenal jemaat yang di Roma, tetapi rekan-rekannya juga diperkenalkan dan juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk ikut mengirimkan salam. Sungguh indah tali kasih persaudaraan mereka. Walaupun mereka belum saling mengunjungi, walaupun mengenal sangat terbatas, mereka taat dalam melakukan Firman Tuhan, sehingga hal ini membuat mereka terkenal dan disukai orang banyak. Mungkin ini adalah kunci utama, alasan Paulus dapat mengenal mereka sehingga rekan sepelayanan Paulus juga rindu mengirimkan salam kepada mereka dan bersukacita atas jemaat Roma.

Hal lain yang sangat indah adalah, Tertius sebagai orang yang dipakai oleh Paulus menulis surat yang sangat penting ini (surat Roma adalah surat pengajaran doktrin iman Kristen yang sangat penting, karena banyaknya ajaran sesat juga terjadi di tengah-tengah mereka, ayat 17), Tertius bebas memberikan “catatan kaki” versinya sendiri. Paulus tidak merasa gengsi bila ketahuan orang lain bukan dia yang tulis, ataupun mencegah Tertius menambahkan sesuatu yang tidak tepat dan sebagainya. Sebagai rekan, Paulus sungguh percaya kepada Tertius, baik untuk isinya, maupun suara hatinya yang juga rindu disebutkan nama, maupun menyatakan bahwa dia sendirilah penulis surat ini.

Dalam melayani Tuhan, kita membutuhkan rekan. Sebagai sesama rekan, kita harus saling mengasihi, percaya keputusan dan perbuatannya, berbagi hidup (sharing life, sharing resources) dan memberikan kebebasan untuk melakukan kreativitas, sehingga kita bisa menjadi sesama rekan yang menyenangkan dalam melayani Tuhan.

STUDI PRIBADI :
(1) Introspeksi diri, bagaimana relasi Anda dengan rekan sepelayanan?
(2) Seberapa banyak Anda menerima ide/pendapat rekan lain dalam pelayanan?

Pokok Doa : Doakan setiap hamba Tuhan, majelis, pengurus dan aktifis, agar melayani dalam kesatuan tubuh Kristus, menjadi saksi di manapun mereka berada dengan menjaga kehidupannya sesuai dengan kebenaran Tuhan. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *