Keadilan Versus Kasih

Rabu, 06 Mei 2020

Bacaan hari ini: Yohanes 7:53-8:20 | Bacaan setahun: 2 Samuel 19-20, Roma 9



“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yohanes 8:7)

Ketika terjadi peperangan, seorang jenderal mengeluarkan peraturan bahwa siapa saja yang kedapatan mencuri bahan makanan akan dihukum cambuk. Terjadilah kasus pencurian makanan yang mana ternyata tersangkanya adalah ibu jenderal sendiri yang berumur di atas 70 tahun. Keadilan harus tetap ditegakkan dan si jenderal harus menghukum cambuk ibunya sendiri. Tetapi sebelum algojo mencambuk ibunya, si jenderal mendatangi ibunya dan berkata kepada algojo bahwa dirinyalah yang akan menerima hukuman cambuk itu. Perbuatan sang jenderal dapat dikatakan melakukan keadilan sekaligus melakukan kasih.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Yesus kepada perempuan yang kedapatan berzinah. Ketika orang Farisi membawa perempuan ini ke hadapan Yesus, sebenarnya maksud dan tujuan mereka adalah mencari kesalahan Yesus, yakni mereka membenturkan keadilan versus kasih. Menurut hukum, perempuan ini harus dilempari dengan batu. Jika itu yang dilakukan oleh Yesus, maka Yesus tidak punya kasih walaupun keadilan ditegakkan. Sebaliknya, jika Yesus melepaskan wanita ini maka Yesus pun juga akan dipersalahkan karena tidak menerapkan keadilan. Tapi jawaban Yesus sungguh tidak disangka oleh orang Farisi, “Barangsiapa yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu pada perempuan itu.” Perkataan Yesus ini menunjukkan keadilan-Nya. Perempuan ini memang bersalah dan harus dihukum. Maka Yesus mempersilahkan untuk melempari perempuan ini dengan syarat tidak berdosa. Alhasil tidak ada satu pun yang melempari perempuan ini karena mereka semua sadar bahwa diri mereka sendiri adalah manusia berdosa.

Di sisi lain, Yesus juga menunjukkan kasih-Nya. Yesus sebenarnya bisa melempari perempuan ini karena Dialah yang tidak berdosa. Tetapi Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan tidak menghukum perempuan ini. Namun demikian, Yesus juga memperingatkan perempuan ini untuk tidak berbuat dosa lagi. Melalui Firman Tuhan hari ini, kita belajar menerapkan keadilan sekaligus kasih sama seperti yang Yesus lakukan.

STUDI PRIBADI : Pernahkah kita seperti orang Farisi yang mencari kesalahan orang lain dengan alasan keadilan, tapi lupa menerapkan kasih! Marilah kita belajar seperti Tuhan.

Pokok Doa : Berdoa kepada Tuhan agar setiap orang Kristen dimampukan untuk hidup menerapkan keadilan sekaligus kasih sama seperti yang Yesus telah lakukan. 

Sharing Is Caring :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *