Kupercaya Janji-Mu

Rabu, 23 Oktober 2019

Bacaan hari ini: Habakuk 3 | Bacaan setahun: Amsal 23, Yesaya 49-50



“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan... namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18)

Percaya kepada Tuhan itu mudah asalkan syarat-syarat tertentu lain dipenuhi. Maka tak heran begitu banyak orang berbondong-bondong ke gereja atau mengikuti kegiatan ini dan itu dengan antusias karena prinsip “jika… maka…”; Jika saya ke gereja maka saya akan diberkati, jika saya mengikut Yesus maka saya akan disembuhkan.

Prinsip inilah yang kemudian ditentang nabi Habakuk ketika melayani dan secara khusus menyanyikan pujian ini (pasal 3 adalah nyanyian yang dituliskan). Ia justru mengatakan kepada Israel yang sedang dihancurkan Tuhan karena dosa-dosa mereka bahwa mempercayai-Nya bukan sekadar “jika… maka…”, tetapi mempercayai Tuhan adalah prinsip “walaupun… namun…”; Walaupun tidak melihat namun percaya, walaupun tidak mendapatkan berkat yang melimpah namun tetap setia, dst. Oleh karena itu, nabi Habakuk mengingatkan orang-orang Israel akan kasih setia Tuhan yang sebenarnya mereka belum pernah mengalaminya sendiri. Habakuk kembali kepada ingatan masa lalunya, tentang bagaimana Tuhan membebaskan mereka dari tanah Mesir (ayat 3), melintasi sungai Yordan (ayat 8), menghentikan malam (ayat 11), dan kemudian memberikan Kanaan kepada bangsa Israel. Meskipun pada saat pujian ini (pasal 3 ini) dinyanyikan bangsa Israel masih berada dalam kesesakan, mereka diminta untuk tetap percaya kepada janji Tuhan yang kelak membebaskan mereka dan memberikan kekuatan (ayat 17-19).

Hari ini kita juga tidak melihat secara langsung kedahsyatan Tuhan yang pernah ditunjukkan kepada dunia atau melihat dan mengalami Yesus secara langsung. Namun dengan iman kita percaya bahwa Dia akan memberikan kekuatan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, dalam mengikut Yesus bukan prinsip “jika-maka” yang harus dipegang, melainkan prinsip “walaupun-namun,” Walaupun sulit namun aku akan mengikut Dia, walaupun tak melihat namun aku percaya dengan sepenuhnya. Selamat menjalani hidup percaya kepada Yesus yang walaupun banyak halangan dan rintangan namun aku tetap mau percaya.

STUDI PRIBADI : Habakuk 3 adalah nyanyian Habakuk untuk Israel yang sedang mengalami masa susah. Bagaimana mereka dapat percaya walaupun sulit? Renungkanlah!

Pokok Doa : Berdoa agar setiap anak Tuhan yang hidupnya setia mengikut Tuhan walaupun mengalami penganiayaan. Kiranya prinsip “walaupun-namun” boleh terjadi dalam hidup anak Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *