Kasih Yang Tidak Berbalas

Selasa, 17 September 2019

Bacaan hari ini: Hosea 7:3-16 | Bacaan setahun: Mazmur 111-113, Wahyu 17



“Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri dari pada-Ku! Binasalah mereka, sebab mereka memberontak terhadap Aku! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku.” (Hosea 7:13)

Bagian ini melukiskan kesedihan hati Tuhan karena kejahatan bangsa Israel. Betapa rindu Tuhan ingin agar umat ini kembali kepada-Nya, tetapi mereka malah terus memberontak dan menolak Dia. Dalam ayat 3 diceritakan bagaimana para pemuka hidup dalam kejahatan untuk menyukakan raja mereka. Kejahatan mereka digambarkan seperti dapur perapian yang terus menyala (ayat 4).

Dalam ayat 8 dikatakan bahwa mereka telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik. Satu gambaran yang menunjukkan bahwa bangsa Israel telah mencampurkan dirinya dengan bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan, sehingga keadaan Israel dipengaruhi oleh bangsa lain, dan Israel dimakan habis tetapi tidak menyadarinya. Terlebih, ayat 11 juga mengatakan bahwa bangsa Israel menjadi seperti merpati tolol, tidak berakal, karena mereka mencari pertolongan kepada Mesir dan Asyur, bukan kepada Allah yang benar-benar berkuasa dan sanggup menolong mereka.

Berulang-ulang Tuhan menghampiri mereka, tetapi mereka melarikan diri dari Tuhan. Berulang-ulang Tuhan menegur dan mengingatkan mereka melalui nabi-nabi-Nya, tetapi mereka tetap memberontak kepada Tuhan. Berulang-ulang Tuhan menyatakan kerinduan-Nya untuk menebus mereka, tetapi berulang-ulang mereka berdusta terhadap Tuhan; bertobat sebentar, lalu balik lagi dan melakukan dosa yang sama. Pertobatan dan seruan mereka kepada Tuhan tidaklah lahir dari hati yang benar-benar menyesal, tetapi hanya supaya hukuman Tuhan tidak menimpa mereka, hanya supaya gandum dan anggur bisa tetap mereka nikmati. Motivasi pertobatan mereka bukan karena kasih kepada Tuhan tetapi karena mau mendapat keuntungan bagi diri.

Mari kita mengintrospeksi kehidupan kita. Apakah kita mengikut Tuhan hanya karena mengejar berkat? Apakah kita taat kepada Tuhan hanya karena kita takut dihukum? Sehingga ketika hidup kita baik dan lancar, kita begitu mudah melupakan Tuhan dan berpaling kepada ilah-ilah lainnya. Apakah kita mencintai Tuhan sebagaimana Ia mencintai kita?

STUDI PRIBADI : Mengapa dalam ayat 16, orang Israel dikatakan seperti busur tipu ? Apa yang kita pelajari tentang kasih Allah melalui bagian ini?

Pokok Doa : Berdoalah agar pertobatan orang percaya bukan sebatas di bibir saja, tetapi sungguh disertai perubahan hati dan sikap di hadapan Tuhan yang terus-menerus, seperti yang Tuhan mau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *