Kesedihan Sang Nabi

Jumat, 12 Juli 2019

Bacaan hari ini: Ratapan 1 | Bacaan setahun: Nehemia 11-13, 1 Timotius 3

“Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa- bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; siapa saja yang menyerang dapat memasukinya pada saat ia terdesak.” (Rat. 1:3)

Kitab Ratapan merupakan syair berisi ratapan yang ditulis oleh nabi Yeremia untuk meratapi Yerusalem yang jatuh dalam tangan tentara Babel; kota Yerusalem telah dihancurkan, penduduknya ditawan dan dibuang ke Babel. Bisa dikatakan bahwa kitab ini adalah ungkapan hati nabi Yeremia yang begitu sedih, ia menangis melihat kejatuhan Yerusalem. Walaupun sepertinya isi kitab ini bernada sedih, sesungguhnya tetap ada kepercayaan pada Tuhan dan masih ada harapan akan masa depan yang cerah: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Rat. 3:22-23).

Dalam pasal pertama atau ratapan pertama berisi tentang kesedihan hati sang nabi, penderitaan jiwanya yang begitu dalam saat menyaksikan kehancuran Yerusalem, kota Allah. Yeremia menangis sedih karena dosa dan kelakuan umat Tuhan. Saat ini, apakah kita masih peka terhadap dosa, sedih dan hancur hati melihat anak-anak Tuhan, sesama kita hidup dalam dosa?

Dalam pasal ini digambarkan betapa sunyinya Yerusalem; Tuhanlah yang membuat mereka merana karena dosa dan pelanggaran mereka (ayat 5). Ingat, Tuhan tidak pernah sungkan untuk menghukum anak-anak-Nya jika engkau dan saya masih bermain-main dengan dosa dan terus hidup di dalam kecemaran. Yeremia menyadari Tuhanlah yang benar, kitalah yang bersalah karena melawan Tuhan (ayat 18). Pasal ini ditutup dengan satu keyakian kepada Tuhan, bahwa Tuhan adalah Allah yang adil, yang akan membalaskan segala kejatan musuh yang telah membuat umat-Nya menderita. Karena itu, jangan ada yang bangga apabila Tuhan mengizinkan mereka menjadi alat di tangan Tuhan untuk menghukum dan mendidik umat-Nya yang berdosa. Yeremia yakin bahwa Tuhan tahu dan Tuhan melihat setiap penderitaan umat-Nya, Allah adil dalam perbuatan-Nya. Mari kita belajar untuk memiliki kepekahan rohani seperti Yeremia.

STUDI PRIBADI :
(1) Gambaran apakah yang kita temukan di dalam pasal 1 kitab Ratapan ?
(2) Tuliskan beberapa hal yang Anda dapatkan terkait gambaran tersebut !

Pokok Doa : Tuhan Yesus, berikan kepada setiap kami, hati yang senantiasa mau taat dan mau untuk hidup setia di hadapan-Mu, sehingga apa yang kami perbuat, memuliakan-Mu, Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *