Panjatkanlah Doa Pertobatan

Minggu, 19 Mei 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 64 | Bacaan setahun: 1 Raja-Raja 21-22, 1 Korintus 6

 

“Jadi janganlah marah dengan sangat, ya Tuhan, jangan lagi mengingat-ingat dosa kami; lihatlah, kami ini umat-Mu.” (Yesaya 64:9)

Doa pertobatan bagi Yehuda; itulah gambaran yang cocok untuk pasal 64 ini (lebih tepatnya mulai 63:7). Yesaya dipanggil Tuhan menjadi nabi-Nya untuk memberitakan suara Tuhan bagi Kerajaan Selatan (Kerajaan Yehuda). Bersama nabi Mikha, Yesaya memperingatkan orang Yehuda untuk bertobat dari tingkah lakunya yang jahat agar tidak mengalami murka-Nya Tuhan, yaitu dibuang ke Babel.

Pasal 1-39 berisi teguran Tuhan kepada Yehuda melalui Yesaya. Yesaya tahu bahwa Tuhan akan segera melaksanakan apa yang sudah dirancangkan, itu sebabnya Yesaya memohonkan doa pertobatan kepada Tuhan. Dalam doa pertobatan ini, Yesaya mengakui dosa-dosa bangsanya (lih. ayat 5-6). Yesaya juga mengakui bahwa bangsanya adalah tanah liat (yang lemah, mudah rusak, mudah hancur) dimana Tuhan adalah penjunan yang akan membentuk mereka (ayat 8). Kemudian di akhir (ayat 9-12), Yesaya memohonkan kepada Tuhan agar tidak terlalu murka kepada bangsanya. Apalagi bangsanya adalah umat Pilihan Allah.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita: Ketika kita menyadari telah berdosa kepada Tuhan, kita harus segera merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita harus menaikkan doa pertobatan kepada Tuhan. Akuilah bahwa kita bersalah. Akuilah segala dosa-dosa kita. Dan mohonlah pengampunan yang daripada-Nya, sebab Tuhan itu Maha Pengampun. Tuhan itu panjang sabar. Bahkan kasih setia-Nya selalu baru setiap hari. Datanglah kepada Yesus, sebab Dialah pengantara kita kepada Bapa (band. 1Yoh 2:1-2). Seperti Daud yang segera merendahkan diri di hadapan Tuhan setelah ditegur oleh nabi Natan, Daud berkata “aku sudah berdosa kepada Tuhan” (Lih. 2Sam. 12:13). Demikianlah kita belajar juga untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan. Siapa tahu Tuhan berbelas kasihan kepada kita (band. 2Sam. 12:22). Janganlah kita seperti bangsa Yehuda, dimana walau sudah dihukum oleh Tuhan karena dosa-dosanya, sehingga Tuhan membuang mereka ke Babel, mereka justru mengatakan bahwa Tuhan melupakan mereka (band. Yes. 40:27 dan Yes. 49:14).

STUDI PRIBADI :

(1) Apakah kita berosa kepada Tuhan ?
(2) Sudahkah kita mengakui dosa kita kepada Tuhan? Maukah kita menaikkan doa pertobatan kepada Tuhan atas dosa kita?

Pokok Doa : Mengakui dosa memang tidak mudah. Tapi berdoalah di hadapan Tuhan, akuilah segala kesalahan di hadapan Tuhan! Mohonkanlah ampun kepada Tuhan! Sebab Tuhan itu panjang sabar dan Maha Pengampun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *