Spiritualitas Yang Mengering

Sabtu, 13 April 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 27 | Bacaan setahun: Hakim-Hakim 19-21, Kisah Para Rasul 14

 

“Apabila ranting-rantingnya sudah kering, maka akan dipatahkan…” (Yesaya 27:11)

Bagaimanakah dengan kondisi kerohanian Saudara saat ini? Apakah Saudara merasa kering secara rohani, meskipun sudah melakukan berbagai disiplin rohani dengan ketat?

Firman Tuhan ini ditujukan kepada bangsa Israel yang sudah meninggalkan Allah. Dari segi ritual agama, bangsa Israel sangat ketat melakukan ibadah. Mulai dari menjalankan Taurat, upacara keagamaan seperti mempersembahkan korban bakaran, memelihara hari Sabat dan lain sebagainya. Namun Yesaya 29:11 ditulis bahwa, mereka adalah seperti ranting yang sudah kering, dan siap dipatahkan dan dibuang. Bangsa Israel melakukan segala tuntutan agamawi, namun hati mereka tidak melekat kepada Tuhan. Dalam ayat 2-6 digambarkan adanya kebun anggur yang berbuah, kebun anggur yang indah. Israel dikatakan akan berkembang dan bertunas, bahkan memenuhi muka bumi dengan buahnya. Semua itu akan terjadi bila bangsa Israel membuka diri untuk Tuhan. Tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban agama, namun hati mereka rindu akan Allah, yang memberikan perintah tersebut. Dengan kerinduan akan Allah, hati mereka akan disirami oleh Allah sendiri. Dampak yang lebih parah dari spiritualitas/ kerohanian yang kering adalah bangsa Israel tidak disayangi dan dikasihi oleh Tuhan yang menjadikan mereka. Mereka tidak lagi dikasihi oleh Allah, yang memanggil dan yang mengikat perjanjian dengan mereka (ay. 11).

Membaca Alkitab setiap hari sangatlah baik, namun tanpa perenungan dan praktik dalam kehidupan sehari-hari, dan tanpa mengalami Tuhan melalui Firman yang kita baca, pembacaan Alkitab hanya akan jadi jadwal harian belaka. Pelayanan yang kita kerjakan, tanpa pernah menggumulkan pelayanan itu lagi dan bertanya pada Tuhan, apa yang Tuhan ingin kerjakan melalui pelayanan kita, pelayanan hanya menjadi sekadar pekerjaan yang berbau rohani di hadapan Tuhan. Namun, bagi setiap kita yang mengalami kekeringan secara rohani, Tuhan berjanji Tuhan yang akan menyiraminya, sehingga kerohanian kita menjadi basah dan subur seperti kebun anggur yang pada akhirnya menghasilkan buah.

STUDI PRIBADI :
(1)  Bagaimana kondisi kerohanian Saudara ?
(2) Apa Saudara masih tetap tinggal dalam Kristus, sama seperti ranting yang tetap melekat pada pohonnya (Yoh. 15) ?

Pokok Doa : Berdoa bagi jemaat Tuhan agar tinggal dalam Kristus, berakar semakin dalam, berelasi dekat dengan Tuhan. Mohon Tuhan bekerja melalui disiplin rohani dan pelayanan yang dikerjakan, menjadi sarana pertumbuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *