Kebun Anggur Yang Asam

Sabtu, 23 Maret 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 5 | Bacaan setahun: Ulangan 27-28, Yohanes 14

 

“Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.” (Yesaya 5:2)

Pada saat kita menanam pohon anggur, yang kita harapkan adalah hasil buah anggur yang manis. Maka kita akan memilih bibit yang terpilih, menanamnya di tanah yang subur, merawat dan menjagai dengan tembok di sekeliling. Sampai pada waktu panen, bukannya anggur manis yang dihasilkan tetapi anggur asam, betapa kecewanya kita.

Penduduk Yerusalem dan orang Yehuda adalah kebun anggur Tuhan semesta alam, yang adalah kekasih-Nya, agar menjadi saksi Tuhan Allah di antara bangsa-bangsa, tetapi yang dihasilkan adalah kekecewaan yang sangat, yaitu kelaliman dan keonaran, bukannya kebenaran dan keadilan, sehingga timbul tindakan tidak menjaga dan melindunginya, dan akibatnya: musuh memakan habis mereka. Inilah hukuman Tuhan atas kaum Israel dan orang-orang Yehuda.

Hukuman Tuhan diawali dengan ucapan, “Celakalah terhadap keburukan-keburukan terhadap orang yang suka memperkaya dirinya sendiri sehingga membuat saudaramu menderita, terhadap orang yang suka mencari minuman keras, kecandauan minuman keras sehingga melupakan Tuhan dan karya-Nya dalam hidupnya. Akibatnya adalah: mereka akan ditundukkan, direndahkan, serta dilemparkan ke dalam dunia orang mati, terhadap orang yang hidupnya suka melakukan dosa, terhadap orang yang suka memutar-balikkan kebernaran, terhadap orang yang sombong, terhadap orang yang jago minum dan suka suap, dikatakan, “Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.” Tuhan Allah akan mendatangkan bangsa asing sebagai alat murka Tuhan.

Bagaimana dengan kehidupan Anda dan saya? Kita juga melakukan keburukan-keburukan yang sama, dan pada waktu Tuhan, maka hukuman itu akan dinyatakan-Nya.

STUDI PRIBADI :
(1) Melalui nas ini, apakah yang diharapkan Tuhan dari Israel?
(2) Apakah Israel sudah seperti yang diharapkan Tuhan?

Berdoalah : Ya Tuhan, hamba memohon pengampunan yang dari pada-Mu, kembalikanlah hamba sebagai alat-Mu, sebagai saksi-Mu, yang melakukan perintah Tuanku. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *