Pengejaran Yang Sia-sia

Rabu, 27 Februari 2019

Bacaan hari ini: Pengkhotbah 1:1-18 Bacaan setahun: Bilangan 15-16, Lukas 14

 

“Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan. Tetapi aku menyadari bahwa hal ini pun adalah usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 1:17)

Apakah yang dikejar oleh manusia selama hidupnya di dalam dunia? Kecenderungan manusia mengejar harta, kedudukan, nama baik, pengetahuan dan lainnya merupakan pengejaran yang bersifat duniawi. Pengkhotbah memang tidak melarang pengejaran akan semuanya itu, namun pengalaman pengkhotbah sebagai orang yang berhikmat sekalipun – bila hanya mengejar semua hal-hal duniawi semata-mata dapat dikatakan sebagai “usaha untuk menjaring angin.”

“Usaha menjaring angin” adalah istilah yang dipakai oleh pengkhotbah untuk menggambarkan tentang kesia-siaan yang ada di dalam dunia ini. Pertanyaannya, mengapa segala hal yang ada di dalam dunia (= di bawah matahari) itu dapat dikategorikan adalah usaha untuk menjaring angin? Karena semua pengejaran yang dilakukan di bawah matahari tidak akan menambah nilai kekekalan di dalam hidup. Justru pengejaran akan harta, kedudukan, nama baik, pengetahuan dan lainnya justru membuat kita jatuh ke dalam hawa nafsu duniawi. Oleh sebab itu, peringatan pengkhotbah ini patut diperhatikan dan direnungkan.

Hal terpenting bagi kita yang hidup di dalam dunia adalah “bagaimana kehidupan yang kita jalani di dalam dunia ini dapat menuntun kita kepada kekekalan. Ingat, bahwa apa yang ada di dalam dunia ini semuanya akan lenyap. Tidak ada satupun hal di dalam dunia ini yang mampu memberikan kekekalan kepada manusia. Kekekalan hanya diperoleh dengan “iman”, yaitu percaya kepada Yesus Kristus, satu-satunya Juru selamat hidup kita. Tanpa iman yang benar, maka tidak mungkin kita bisa mencapai kekekalan. Efesus 2:8-9 menuliskan: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Kisah Para Rasul 4:12 menuliskan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

STUDI PRIBADI: 
(1) Apakah yang dikejar manusia di bawah kolong langit? Apakah dengan mengejar semua itu, manusia dapat mencapai kekekalan?
(2) Berkat rohani apa yang Anda dapatkan dari bagian firman Tuhan hari ini?

Pokok Doa: Berdoalah bagi jemaat Tuhan agar mereka memiliki iman yang kokoh dan tidak mudah digoyahkan saat hidup di dalam dunia ini, dengan segala godaan dan tantangannya, Amin.

 

One thought on “Pengejaran Yang Sia-sia

  1. Silalahi says:

    Bagaimana menghadapi orang yg sakijiwa yg pura2 jadi sinin situ siono bingung ? klo kumat apalagi seakanakan sigila ini menggangap kita jg hrs gila bipolar ky oknum ini . Tuhan bilang ampuni kasihi tapi sepertinya oknum ini jg anti kristus. Jadi kesimpulannya waktu Tuhan lah yg akan membuka semua yg terjadi. Tuhan tidak tidur dan Tuhan Yesus masih pegang kendali atas apa yg terjadi atas keluarga saya. Tuhan Yesus memberkati. Shalom.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *