Ringkasan Khotbah
8 Februari 2026
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil
PERMULAAN KECIL BERDAMPAK BESAR
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.
Markus 4:31-32
Dunia mengajarkan bahwa sesuatu yang dianggap besar harus bersifat populer, spektakuler dan menghasilkan kuantitas serta kualitas yang dahsyat, bahkan sejak langkah pertama. Hal tersebut membuat banyak orang kemudian menaruh nilai atas potensi diri pada hal-hal yang bersifat besar pula. Jika langkah awal dimulai dari sesuatu yang kecil, dianggap remeh. Jika belum mencapai potensi yang besar, dianggap belum berhasil. Jika tidak menghasilkan nilai yang besar, dianggap tidak sukses. Jika tidak dipandang orang lain, dianggap tidak bernilai. Alhasil, banyak orang yang kemudian tidak berani untuk melakukan sesuatu karena merasa tidak mampu, tidak berpotensi, tidak bernilai dan sebagainya. Celakanya, pola pikir demikian juga merambah dalam kehidupan orang percaya. Banyak orang yang merasa diri tidak berpotensi, merasa tidak bernilai, merasa tidak cukup mampu untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, padahal nilai Kerajaan Allah berbanding terbalik dengan nilai-nilai dunia. Hal inilah yang dijelaskan oleh Yesus melalui sebuah perumpamaan yang menggambarkan mengenai Kerajaan Allah.
Bagian ini merupakan penutup dari serangkaian perumpaan yang Yesus sampaikan di tepi danau. Pertama-tama Yesus berbicara mengenai sikap hati dalam mendengar firman melalui perumpaan penabur. Selanjutnya, Yesus berbicara mengenai kebenaran Kerajaan Allah yang pasti akan dinyatakan dimana tidak ada seorang pun yang dapat menutupi terang Kerajaan Allah. Setelah itu, Yesus berbicara mengenai pertumbuhan Kerajaan Allah di tengah dunia sepenuhnya merupakan karya Allah sendiri melalui cara-Nya yang misterius dan pasti. Rangkaian perumpamaan ini kemudian ditutup dengan sebuah perumpamaan mengenai biji sesawi. Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin mengajarkan bahwa dalam perspektif Kerjaaan Allah langkah-langkah kecil itu bermakna dan dapat menjadi berkat dalam tangan dan karya Allah.
1. Langkah Kecil Bermakna dan Dapat Menjadi Berkat
Dalam perumpaan ini, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah (ay. 30). Pada zaman itu, biji sesawi (mustard seed) sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan sesuatu yang paling kecil. Ukurannya hanya sekitar 1-2 mm, berwarna putih kekuningan sampai hitam. Dalam budaya agraris Yahudi di masa itu, memang biji sesawi adalah biji terkecil yang umum ditanam di kebun, maka tidak heran Yesus juga menyebutkan bahwa biji itu adalah biji yang paling kecil (ay. 31). Namun unik sekali, sekalipun biji sesawi memiliki ukuran yang sangat kecil, biji tersebut dapat bertumbuh menjadi sebuah pohon yang sangat besar, yang mencapai ketinggian hingga 2-3 meter. Bukan hanya bertumbuh menjadi pohon yang tinggi, pohon ini juga bertumbuh menjadi pohon yang memiliki cabang-cabang besar yang kokoh sehingga dapat menjadi tempat untuk burung-burung hinggap, bernaung dan bersarang.
Melalui perumpamaan ini, Yesus ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Allah tidak dimulai dari hal-hal besar yang bersifat spektakuler seperti gambaran dan nilai dunia. Kerajaan Allah dimulai dari langkah-langkah kecil yang dikerjakan dengan kesungguhkan hati. Langkah-langkah kecil itu dapat menjadi besar dan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
2. Pertumbuhan Dalam Pelayanan Sepenuhnya Karya Allah
Dalam langkah-langkah kecil itu, kita perlu menyadari bahwa pertumbuhan dalam Kerajaan Allah sepenuhnya adalah karya Allah sendiri. Benih biji sesawi yang ditaburkan menggambarkan akan Injil dan kebenaran Kerajaan Allah yang ditaburkan di tengah dunia. Biji/Injil itu sendiri memiliki daya hidup yang besar. Sebagai penabur-penabur benih yang menaburkan benih Injil Kerajaan Allah, bagian kita adalah menaburkan benih itu, menanam, dan menyiram. Tetapi pertumbuhan benih itu sendiri adalah sepenuhnya karya Allah yang memberikan pertumbuhan.
Hal ini menolong kita untuk memahami bahwa pertumbuhan dalam pelayanan yang dipercayakan bagi kita sepenuhnya ada dalam tangan Allah. Mungkin bagian kita hanya menabur, mungkin bagian kita hanya menyiram dan orang lain yang akan mengambil bagian menuai hasil pertumbuhan itu. Apakah pelayanan itu akan bertumbuh besar? Kapan pelayanan itu akan bertumbuh dan menghasilkan buah? Itu sepenuhnya bergantung pada Allah yang memberi pertumbuhan. Yang seharusnya menjadi fokus kita adalah mengerjakan dengan setia apa yang Tuhan percayakan bagi kita.
Bukankah Kerajaan Allah pun mula-mula dinyatakan di dunia ini melalui langkah kecil? Melalui Seorang Anak tukang kayu yang memanggil 12 murid, yang berjalan untuk menaburkan benih-benih Kerajaan Allah di tengah dunia. Dampaknya? Melalui Anak itu yang kemudian memberi diri-Nya, melalui keduabelas murid yang setia memulai langkah-langkah kecil itulah Kerajaan Allah terus dinyatakan sampai hari ini.
Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah tidak berbicara mengenai hal-hal besar dan spektakuler yang dikerjakan oleh manusia. Dalam perspektif Kerajaan Allah, langkah-langkah kecil itu bermakna dan dapat menjadi berkat sebab Allah sendirilah yang memberi dan mengerjakan pertumbuhan.
- Apa makna yang Anda dapatkan dari perumpamaan biji sesawi dan pertumbuhannya?
- Langkah-langkah kecil apa yang Anda rasa Tuhan ingin Anda kerjakan di tengah pelayanan ataupun kehidupanmu saat ini?
- Sudahkah kehadiran dan pelayanan Anda menjadi berkat bagi sekitar?
- Berdoalah agar orang-orang percaya yang hidup sebagai murid-murid Kristus berani untuk mengambil langkah-langkah kecil dalam mengerjakan pelayanan bagi pertumbuhan Kerajaan Allah.
- Ambillah komitmen untuk mengerjakan langkah-langkah kecil yang Tuhan ingin Anda kerjakan dan berdoalah agar Tuhan memampukan Anda setia mengerjakannya.
Markus 4:30
30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Markus 4:31
31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Matius 6:25-34
Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Yesaya 41:10a
10a janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Markus 6:50
50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Yesaya 41:10b
10b Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
1 Korintus 1:18
18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Roma 1:16
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
Hosea 14:9-10
8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
Penutup
9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Hosea 14:9
8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
Hosea 14:10
9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Hosea 11 : 5-7
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.
Hosea 11 : 8-9
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
Hosea 11 : 10-11
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Hosea 11 : 8-11
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Hosea 11
Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Efraim dan Yakub bapa leluhurnya
12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.
Roma 1
Salam
1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.
6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:
10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.
11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,
12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.
13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.
15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
Injil itu kekuatan Allah
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.