4 Januari 2026

  Snow

Ringkasan Khotbah
4 Januari 2026
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

MEMBANGUN MASA DEPAN
BERSAMA ALLAH YANG SETIA

janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Yesaya 41:10

Menjelang memasuki Tahun Baru 2026 ini, banyak orang yang bergembira. Ada yang mulai menyusun rencana dan resolusi serta menaruh harapan di dalamnya. Demikian juga dengan kita. Kita ingin memasuki tahun baru dengan semangat dan harapan yang baru. Namun tidak jarang, di balik kegembiraan itu, muncul rasa khawatir: bagaimana kondisi pekerjaan? Bagaimana kesehatan keluarga? Bagaimana masa depan pelayanan? Sering kali, hati kita seperti seorang penjaga mercusuar yang berdiri dalam badai—berusaha tetap menyalakan terang, tetapi juga merasa rapuh, lelah, dan takut. Puji Tuhan, di tengah pergumulan ini, firman Tuhan melalui Yesaya 41:8–10 datang seperti cahaya yang menerangi hati dan pikiran kita, bahwa sesungguhnya masa depan tidak harus dibangun dengan kekuatan kita, melainkan bersama dengan Allah yang senantiasa setia memegang tangan kita. Di tengah kecemasan dan ketidakpastian dalam menghadapi dan menjalani tahun yang baru, firman Tuhan mengajak kita untuk melihat kembali bagaimana Allah memimpin umat-Nya.

Di dalam bagian ini, kita mendapatkan ada tiga kebenaran penting yang Ia nyatakan untuk meneguhkan hati dan iman kita. Pertama, Allah mengingatkan umat-Nya akan identitas mereka (Ayat 8–9). Saat bangsa Israel berada dalam tekanan dan ketidakpastian, Allah tidak mengawali firman-Nya dengan teguran, melainkan dengan penyataan identitas mereka. Ia berfirman: “Engkau ini hamba-Ku… keturunan Abraham yang Kukasihi.” Ayat ini menyatakan kepada kita, bahwa sebelum Allah berbicara tentang masa depan, Ia lebih dulu berbicara tentang siapa mereka di hadapan-Nya. Hal yang sama juga Ia lakukan kepada kita. Ia menyatakan kepada kita, bahwa keberadaan kita bukanlah sebagai korban keadaan dan juga bukan manusia tanpa arah. Tetapi, kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi dan dipilih-Nya. Yesus mempertegas identitas ini ketika berkata bahwa Bapa di surga mengenal kita dan memelihara kehidupan kita (Matius 6:25–34). Jika burung pipit saja dijaga-Nya, apalagi hidup kita yang jauh lebih berharga. Menyadari identitas ini tidak membuat kita takut dan gentar dalam memasuki dan menjalani Tahun yang baru ini, namun sebaliknya memberikan kepada kita sebuah dasar yang kokoh untuk melangkah dalam memasuki dan menjalani tahun yang baru ini.

Setelah Allah meneguhkan identitas umat-Nya, Ia melanjutkan dengan janji yang menguatkan hati: bukan hanya siapa kita, tetapi juga siapa yang berjalan bersama kita. Karena itu, mari kita melihat kebenaran kedua, yakni penyertaan Allah di tengah ketakutan kita (Ayat 10a). “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau…” Inilah janji Allah, yakni penyertaan-Nya. Penyertaan-Nya tidak menjanjikan hidup tanpa badai, tetapi menjamin bahwa kita tidak menghadapinya sendirian. Kehidupan Yesus menunjukkan realitas penyertaan ini. Ketika murid-murid ketakutan di tengah badai, Yesus datang kepada mereka sambil berkata: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” (Markus 6:50). Yesus masuk ke tengah ketakutan mereka, hadir di saat mereka tidak berdaya. Demikian pula hari ini, Yesus hadir di tengah-tengah ketakutan dan kekhawatiran kita—di ruang kerja yang berat, di rumah yang penuh tantangan, di tengah ketidakpastian akan masa depan. Kehadiran-Nya mengusir ketakutan. Bukan hanya hadir, Allah juga bertindak nyata. Ia tidak hanya dekat, tetapi juga menguatkan, menopang, dan memimpin.

Itulah sebabnya kebenaran ketiga ini menjadi puncak penghiburan bagi kita, yakni Allah bertindak untuk meneguhkan dan menguatkan (Ayat 10b). Allah berfirman: “Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku.” Inilah janji bahwa Allah aktif memperkuat, menopang, dan memimpin kita. Pelayanan Yesus dipenuhi tindakan nyata seperti ini. Ia memegang tangan Petrus yang hampir tenggelam. Ia menyentuh orang sakit dan memulihkan mereka. Ia menguatkan hati yang remuk dengan kasih dan pengampunan. Di puncak karya-Nya, Yesus menunjukkan kesetiaan Allah melalui salib dan kebangkitan. Melalui salib, Ia menanggung ketakutan terdalam kita. Melalui kebangkitan, Ia menegaskan bahwa masa depan kita berada dalam tangan yang menang dan penuh kuasa. Karena itu kita dapat melangkah bukan dengan kecemasan, tetapi dengan iman.

Jika Allah mengenal kita, menyertai kita, dan bahkan memegang tangan kita, maka kita dapat memasuki dan menjalani tahun yang baru ini dengan hati yang teguh. Patikanlah Tahun Baru 2026 bukan tentang memastikan semua rencana berjalan mulus, tetapi memastikan hati kita berpegang pada Allah yang setia. Marilah kita melangkah menjalani tahun baru ini dengan berkata: “Tuhan, aku tidak tahu apa yang menanti di depanku, tetapi aku tahu siapa yang memegang tanganku.” Karena itu, masa depan bukan alasan untuk takut, tetapi kesempatan untuk berjalan dalam iman dan harapan. Mari bersama Allah yang setia—yang nyata dalam kehidupan Yesus— kita bangun masa depan kita. Amin.


  1. Bagian mana dari hidup Anda yang saat ini paling membutuhkan keyakinan bahwa Allah menyertai Anda?
  2. Ketakutan apa tentang masa depan yang ingin Anda serahkan kepada Tuhan?
  3. Bagaimana teladan Yesus dalam menghadapi badai dan menolong orang yang rapuh menguatkan Anda hari ini?
  4. Langkah konkret apa yang ingin Anda lakukan untuk membangun masa depan bersama Allah?
  5. Dalam hal apa Anda ingin menjadi terang dan penghiburan bagi orang lain di tahun yang baru ini?


Tuliskanlah sebuah komitmen Anda untuk membangun masa depan bersama Allah di Tahun yang baru ini.


  1. Bersyukurlah atas Kesetiaan Tuhan Sepanjang Tahun 2025.
  2. Berdoalah memohon agar Tuhan memberikan hati yang percaya dan tidak takut dalam menghadapi Tahun 2026 ini.
  3. Mehonlah pertolongan Tuhan dalam pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan pelayanan.
  4. Berdoalah agar hidup kita di tahun yang baru ini selaras dengan rencana dan kehendak Tuhan.
  5. Mohonlah agar Tuhan memberikan kita sikap hati yang setia seperti penjaga mercusuar: tetap menyala walau di tengah badai.
×

Yesaya 41:8-10

8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;

9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";

10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

×

Yesaya 41:8-9

8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi;

9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau";

×

Matius 6:25-34

Hal kekuatiran

25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

×

Yesaya 41:10a

10a janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;

×

Markus 6:50

50 sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

×

Yesaya 41:10b

10b Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

×

1 Korintus 1:18

18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

×

Roma 1:16

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

×

Hosea 14:9-10

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Penutup

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 14:9

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

×

Hosea 14:10

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 11 : 5-7

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

×

Hosea 11 : 8-9

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

×

Hosea 11 : 10-11

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11 : 8-11

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11

Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel

1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Efraim dan Yakub bapa leluhurnya

12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.

×

Roma 1

Salam

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,

3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Paulus ingin ke Roma

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.

9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:

10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Injil itu kekuatan Allah

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.