11 Oktober 2026

  Snow

Ringkasan Khotbah
11 Oktober 2026
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

HANYA ANUGERAH

Shalom bapak/ibu. Kita semua tahu Curriculum Vitae (CV) berisi pendidikan, pengalaman, dan prestasi. Bayangkan ada pemuda dengan CV luar biasa, namun CV-nya ditolak. Ia bergumam, “Kok bisa? Saya kompeten, berpengalaman, dan berprestasi!” Dalam kehidupan rohani, kita datang kepada Allah membawa “CV rohani”: sudah lama melayani, menjadi majelis, rajin membaca Alkitab. Lalu kita berpikir dengan semua “CV rohani,” kita layak diselamatkan. Benarkah Alkitab mengajar demikian? Paulus berkata di Efesus 2:8–9: “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (TB-2).

HANYA ANUGERAH ALLAH YANG MENYELAMATKAN

Banyak orang berpikir kita diselamatkan karena jasa, kebaikan, atau rajin beribadah. Kita terbiasa dari kecil dengan pola: melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Kita berpikir: semakin banyak berbuat baik, semakin layak diselamatkan. Tetapi Alkitab mengajar sebaliknya. Sebelumnya kita perlu memahami bahwa kita semua telah berdosa. Dosa berarti kita melawan Allah (Mzm. 51:6a), sehingga kita menjadi musuh Allah (Rm. 5:10) dan terpisah dari-Nya (Ef. 2:1). Oleh karena itu, manusia tidak mungkin kembali kepada Allah dengan kekuatannya sendiri (Ef. 2:4-5; Yoh. 6:44).

Bayangkan seorang anak yang sangat dikasihi orang tuanya, tetapi terus melawan aturan mereka. Ketika ditegur, ia berkata, “Aku nggak mau jadi anak Papa!” Sejak itu, ia menganggap papanya sebagai musuh yang membatasi kebebasannya. Ia tidak mau diajak bicara oleh papanya. Akhirnya, ia keluar dari rumah orang tuanya dan ia tidak mungkin kembali ke rumah orang tuanya. Inilah parahnya dosa: “Dosa berarti kita melawan Allah, menjadi musuh-Nya, berakibat terpisah dari Allah selamanya, dan tidak mungkin percaya kepada-Nya dengan kekuatan sendiri.”

Oleh karena itu, satu-satunya solusi dari dosa bukan berasal dari manusia, tetapi dari Allah. Efesus 2:8a berkata, “Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman.” John Stott mengartikan “diselamatkan” sebagai dibebaskan dari kematian rohani, perbudakan dosa, dan murka Allah (Ef. 2:1, 3). Bagi John Stott dan John Frame, “anugerah” berarti belas kasihan Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita yang pantas menerima murka-Nya. Lebih lanjut, Paulus menjelaskan anugerah di ayat 8b-9a: “dan hal ini bukan dari dirimu — itu adalah pemberian Allah, bukan dari perbuatan” (Young’s Literal Translation). Ada dua hal yang mau ditekankan Paulus: anugerah berasal dari inisiatif Allah, bukan inisiatif manusia dan anugerah berarti perbuatan Allah, bukan perbuatan manusia. John Calvin menyebutnya, “anugerah yang murni”: keselamatan tidak ditambah dengan karya baik atau ibadah kita.

Kembali kepada ilustrasi anak yang membenci papanya dan keluar dari rumah orang tuanya itu. Seharusnya papanya menghukumnya, tetapi papanya menelepon teman anaknya dan meminta bantuan polisi untuk mencari informasi keberadaan anaknya. Setelah tahu informasi keberadaan anaknya, papanya mendatangi tempat kediaman anaknya, mengetuk pintu, dan berkata, “Papa tetap mengasihimu. Pulanglah ke rumah.” Demikianlah anugerah Allah. Ketika kita melawan-Nya, Allah berinisiatif mengasihi kita dan mengutus Yesus Kristus untuk membebaskan kita dari kuasa dosa dan maut. “Meskipun kita melawan Allah hingga kita terpisah dari-Nya selamanya, Allah berinisiatif membebaskan kita di dalam Kristus agar kita dapat bersama-Nya selamanya.”

Oleh karena itu, berhentilah bermental upah. Mental upah berkata, “Saya berbuat baik, maka saya mendapat baik; kalau saya berbuat jahat, saya mendapat buruk.” Bahkan dalam kehidupan rohani, kita dapat berpikir, “Saya sudah rajin beribadah, berdoa, dan membaca Alkitab, jadi Allah pasti memberkati usaha saya.” Ketika usaha gagal, kita kecewa sambil berkata, “Bukankah saya sudah rajin beribadah?” Akhirnya kita bisa malas beribadah karena merasa semuanya percuma. Ingat: “Karena orang percaya diselamatkan hanya oleh anugerah-Nya, berhentilah bermental upah.”

HANYA ANUGERAH ALLAH YANG MENGUBAHKAN

Ketika seseorang menolong kita dalam kesulitan, kita biasanya ingin berterima kasih dan berbuat baik kepadanya. Demikian juga setelah diselamatkan oleh anugerah Allah. Efesus 2:10 berkata, “Karena kita adalah hasil karya-Nya, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk perbuatan-perbuatan baik, yang Allah persiapkan sebelumnya, bahwa kita harus berjalan di dalam mereka.” (English Standard Version) Kalau kita membaca ayat 9 dan 10 ini menarik: “Orang percaya diselamatkan bukan karya karya baik kita, melainkan karena kita adalah karya baik Allah yang ditebus untuk berkarya baik bagi-Nya.” Dengan kata lain, anugerah Allah yang telah menyelamatkan kita memampukan kita untuk berbuat baik bagi-Nya.

Bagaimana cara anugerah Allah memampukan kita untuk berbuat baik bagi-Nya? Dulu hati kita dikuasai dosa, sehingga pikiran, perkataan, dan tindakan kita melawan Allah. Tetapi setelah diselamatkan melalui penebusan Kristus, Bapa dan Anak mengutus Roh Kudus untuk mengubah hati kita dengan cara mengganti hati kita yang dulu dikuasai dosa menjadi hati yang kini dikuasai Allah. Dari hati yang baru itu, kita dimampukan untuk berpikir, berkata, dan bertindak baik bagi-Nya.

Dalam salah satu khotbahnya, Pdt. Wahyu Pramudya (Pdt. Wepe) pernah menceritakan tentang seorang rekan hamba Tuhan (X) di Jawa. Dahulu X adalah mantan preman yang berambut gondrong dan bertato, tetapi Allah menjamah hatinya sehingga ia percaya kepada Yesus, belajar Alkitab, dan menjadi hamba Tuhan. Suatu kali, ketika X mentraktir makan Pdt. Wepe di sebuah warung, datanglah seorang bapak (A) yang menawarkan pijat. Ketika tahu A dan keluarganya belum makan, X membelikan makanan untuk mereka. Melihat kebaikan X, A berkata bahwa ia seperti sedang melihat Yesus. Allah yang mengubah hati dan hidup X juga terus mengubah hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan kita supaya makin serupa Kristus. “Anugerah Allah yang telah menyelamatkan umat-Nya adalah anugerah Allah yang juga mengubah umat-Nya untuk hidup bagi-Nya.”

“Kita yang melawan Allah telah diselamatkan bukan oleh perbuatan baik kita, melainkan hanya oleh anugerah-Nya yang menjadikan kita buatan-Nya yang baik untuk berbuat baik bagi-Nya.”

  1. Masihkah kita percaya bahwa kita diselamatkan hanya oleh anugerah Allah?
  2. Apakah kita bermental upah atau anugerah? Ketika Allah tidak memberkati usaha kita, meskipun kita sudah rajin beribadah, apakah kita marah?
  3. Kita telah diselamatkan hanya oleh anugerah-Nya dalam Kristus, apakah orang lain telah melihat hidup kita sedang diubah oleh-Nya?

Sebutkan langkah praktis Anda untuk berbuat baik di lingkungan sekitar Anda.

Meminta anugerah Allah memampukan kita untuk terus-menerus hidup bagi-Nya dengan berbuat baik bagi kemuliaan-Nya.

×

Efesus 2:8-9

8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

×

Mazmur 51:6a

4 (51-6a) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,

×

Roma 5:10

10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

×

Efesus 2:1

1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

×

Efesus 2:4-5

4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan--

×

Yohanes 6:44

44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

×

Efesus 2:8a

8a Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;

×

Efesus 2:1, 3

1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

×

Efesus 2:8b-9a

8b itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

9a itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

×

Efesus 2:10

10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

×

Efesus 2:9-10

9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

×

Yohanes 15:26

26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.

×

Yohanes 14:21

21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."

×

Yohanes 14:15

15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

×

Yohanes 8-21

×

Hosea 11

Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel

1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Efraim dan Yakub bapa leluhurnya

12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.

×

Roma 1

Salam

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,

3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Paulus ingin ke Roma

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.

9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:

10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Injil itu kekuatan Allah

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.