15 Februari 2026

  Snow

Ringkasan Khotbah
15 Februari 2026
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

SAAT AKU TAKUT

“Takut” adalah pengalaman yang manusiawi, semua orang pernah merasa takut, takut kehilangan, takut gagal, takut akan masa depan atau bahkan takut sendirian. Namun pertanyaannya bukan “Apakah normal merasa takut?” melainkan, “Apa yang harus aku lakukan saat Aku takut?”

Dari kisah “Angin Ribut Diredakan” ini, kita akan belajar tiga kebenaran penting dalam menghadapi ketakutan dalam hidup kita.

1. Yesus Hadir dalam Badai Hidup kita

Saudara, situasi yang dihadapi oleh para murid bukan perkara kecil, Markus mencatat bahwa mereka menghadapi taufan yang sangat dahsyat. Gelombang menyembur masuk ke dalam perahu dan perahu itu sudah mulai penuh air. Di dalam perahu itu ada beberapa nelayan profesional yang sudah biasa menghadapi badai di danau, tapi kali ini, meraka sangat ketakutan, bahkan berpikir mereka akan mati. Sedahsyat itulah badai yang para murid hadapi. Akan tetapi mereka semakin frustrasi melihat “Yesus sedang tidur,” sedang para murid panik, berteriak, mengayuh dayung dengan putus asa dan menimba air yang masuk ke dalam perahu.

Pernahkah Anda merasa seperti itu? Anda sedang menghadapi krisis terbesar dalam hidup Anda dan sepertinya Tuhan sedang tidur? Anda berdoa tapi tidak ada jawaban? Menangis berteriak tapi tidak ada hal yang membaik? Alkitab tidak pernah menyangkal bahwa “badai” atau permasalahan hidup kita nyata, ada penyakit, masalah keuangan, hubungan yang rusak, semua nyata dan menyakitkan. Hal itu bisa membuat kita takut dan kuatir dalam menjalani hidup. Namun iman Kristen bukan tentang menyangkal kenyataan tapi tentang siapa yang hadir dalam kenyataan itu.

Para murid berteriak membangunkan Yesus, “Guru, tidakkah Engkau peduli kalau kita binasa?” Ini bukan sekadar pertanyaan, ini pernyataan, tuduhan bahwa Yesus tidak peduli. Tapi ini lah yang para murid belum pahami saat itu: Yesus ada di perahu bersama mereka. Ya badai itu nyata tapi ingatlah ada Yesus bersama kita dan tahu persis apa yang akan terjadi dan tentu Dia peduli.

2. Yesus Berkuasa atas Badai hidup kita.

Satu hardikan dari Yesus “Diam, tenanglah.” “Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Terjadi dua muzijat sekaligus, angin reda dan danau menjadi teduh sekali. Secara alami bahkan setelah angin berhenti, air tetap akan berombak untuk beberapa waktu. Gelombang membutuhkan beberapa waktu untuk tenang, tapi di sini, langsung teduh sekali, seketika, total. Dari badai besar menjadi ketenangan besar. Dan para murid terdiam, mereka bukan takut badai lagi, tapi takut pada Yesus. Di sini Yesus menunjukkan bahwa Yesus adalah pencipta yang berkuasa atas ciptaan-Nya dan Dia hadir bersama ciptaan-Nya, kita. Yesus berkuasa atas angin dan gelombang hidup kita. Angin ketakutan, gelombang kecemasan, Dia sanggup menenangkan hatimu dengan kehadiran-Nya. Mungkin badai kita tidak langsung reda seketika, tapi Dia bisa memberikan kita ketenangan di tengah badai hidup kita, memberikan damai sejahtera untuk melalui semua ketakutan hidup.

3. Yesus Memanggil kita dari Ketakutan kepada Iman.

Saat badai itu reda, Yesus menegur para murid “Mengapa kamu takut, mengapa kamu tidak percaya?” Yesus menegur para murid yang tidak punya iman. Bukankah mereka sudah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus, mereka sudah melihat mukjizat Yesus dan sekarang mereka disebut tidak beriman oleh Yesus. Tetapi memang itulah intinya, iman sejati bukan hanya percaya bahwa Yesus bisa menolong, tetapi percaya bahwa Yesus peduli dan Dia akan menolong bahkan saat Dia “tidur.” Para murid beriman bahwa Yesus bisa menyelamatkan mereka, oleh karena itulah mereka membangunkan Yesus, tetapi mereka tidak beriman bahwa Yesus peduli, sebab itulah mereka berteriak “tidakkah Engkau Peduli?” Di sinilah letak ketakutan kita paling dalam, bukan takut Tuhan tidak mampu, tapi takut Tuhan tidak peduli dengan badai hidup kita.

Perhatikan apa yang terjadi pada para murid, mereka yang takut badai (deiloi-ketakukan yang negatif, ketakutan yang melumpuhkan) ayat 40, menjadi takut pada Yesus (ephobēthēsan phobon megan- takut dengan penuh takjub kagum dan hormat yang mendalam) ayat 41. Yesus tidak menghapus rasa takut mereka, tetapi mengalihkan rasa takut mereka, dari rasa takut pada badai kepada takut (hormat) pada Yesus yang berkuasa atas badai. Dari rasa takut pada masalah kepada rasa takut (kagum) pada Allah yang lebih besar dari masalah. Dari takut tenggelam kepada takut pada kebesaran Kristus.

Saudara Tuhan tidak memanggil kita untuk tidak pernah merasa takut, tapi Tuhan memanggil kita untuk tidak dikuasai oleh rasa takut. Sebab ada perbedaan besar antara merasakan ketakutan (manusiawi) dengan dikuasai oleh ketakutan (kurang iman). Jadi apa yang harus kita lakukan saat kita takut?

  1. Akui ketakutan Anda dengan jujur di hadapan Tuhan.
  2. Bawa ketakutan itu kepada Yesus yang ada di “perahu” Anda, bukan pada pelarian sementara.
  3. Ingat siapa Dia, bukan hanya pada apa yang Dia bisa lakukan, tapi siapa Dia: Tuhan yang berkuasa, setia dan mengasihi Anda.

Yesus peduli dengan ketakutanmu, Dia ada bersama kita dalam perahu yang sama, Dia tidak menonton di pantai yang aman, tapi masuk dalam badai bersama kita.


  1. Badai hidup apa yang sedang Anda hadapi saat ini?
  2. Apakah Anda percara bahwa Yesus ada di “perahu” Anda?
  3. Apakah Anda percaya bahwa Yesus peduli dan berkuasa atas badai Anda?
  4. Ketakutan apa yang perlu Anda bawa kepada Yesus dalam doa hari ini?
×

Markus 4:35-41

Angin ribut diredakan

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."

36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

×

Markus 4:40

40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

×

Markus 4:41

41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

×

Markus 4:1-9

1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:

3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

×

Markus 4:13

13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

×

Markus 4:28

28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

×

Markus 4:29

29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

×

Roma 1:16

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

×

Hosea 14:9-10

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Penutup

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 14:9

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

×

Hosea 14:10

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 11 : 5-7

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

×

Hosea 11 : 8-9

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

×

Hosea 11 : 10-11

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11 : 8-11

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11

Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel

1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Efraim dan Yakub bapa leluhurnya

12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.

×

Roma 1

Salam

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,

3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Paulus ingin ke Roma

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.

9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:

10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Injil itu kekuatan Allah

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.