23 November 2025

  Snow

Ringkasan Khotbah
23 November 2025
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

BERCAHAYALAH

Seorang bapak (sebut saja: X) rajin merawat mobilnya, tetapi hampir tidak pernah menggunakannya. Hal yang sama dengan banyak orang Kristen yang rajin “merawat” imannya (ibadah, membaca Alkitab, berdoa, dll), tetapi hampir tidak pernah “menggunakan”nya dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang Alkitab katakan? Mari kita baca Markus 4:21-25.

PELITA DAN RESPONSNYA (ay. 21-23)

Setelah membahas tentang benih yang jatuh di 4 tempat berbeda (Mrk. 4:1-20), Yesus memulai perumpamaan lain yang baru yaitu tentang pelita. Kata “pelita” pada waktu itu menunjuk pada lampu tanah liat yang diisi minyak zaitun dan digunakan untuk menerangi ruangan di malam hari. Lampu yang seharusnya untuk menerangi tidak mungkin diletakkan di bawah tempayan atau bawah tempat tidur. “Tempayan” adalah takaran biji-bijian sedikit di atas dua galon (8,75 liter). Sebaliknya lampu pasti diletakkan di atas kaki pelita atau kaki lampu agar dapat menerangi ruangan. “Pelita” merujuk pada Kerajaan Allah di perikop sebelumnya yang hadir melalui kedatangan Yesus pada waktu itu.

Kerajaan Allah seperti apa yang hendak Yesus ajarkan? Yesus berkata bahwa bagi orang percaya, Kerajaan Allah sementara masih “disembunyikan” (pada waktu itu), tetapi perlahan akan dibukakan oleh-Nya melalui kehadiran Yesus sampai puncaknya yaitu Dia akan mati dan bangkit (ay. 22). Sedangkan bagi orang-orang yang tidak percaya, kebenaran Kerajaan Allah selamanya disembunyikan oleh-Nya. Apa wujud Kerajaan Allah? Banyak orang berpikir “Kerajaan” pada Kerajaan Allah identik dengan penuh emas, mahkota, tongkat kerajaan, serdadu yang gagah, dll. Tidak heran, beberapa hamba Tuhan atau jemaat dari gereja lain percaya bahwa ikut Yesus berarti sukses secara materi. Slogannya: “kita akan menjadi kepala dan bukan ekor.” Kalau semua mau jadi kepala, “siapa” yang mau jadi “ekor”nya?:) Tetapi Alkitab menjungkirbalikkan semua konsep tersebut. Kerajaan Allah dimulai melalui kehadiran Kristus yang tampak hina dan lemah (Yes. 53:2-3). Bahkan Paulus juga mengatakan bahwa pengikut Kristus pun tampak lemah dan bodoh di mata dunia, tetapi justru Allah memakainya untuk mempermalukan mereka yang tampak kuat dan “pandai” (1Kor. 1:27-28). Namun pada akhirnya, Kerajaan Allah akan diakhiri dengan hadirnya langit dan bumi yang baru di mana Allah akan berdiam dan bertakhta di sana, sehingga semua bangsa akan sujud menyembah-Nya (Why. 21:1-3; 7:9-12). Ingatlah: “Kerajaan dunia berawal dari kemegahan palsu dan fana dan berakhir dalam kehancuran, tetapi Kerajaan Allah berawal dari salib—tampak hina—dan berakhir dalam kemuliaan sejati dan kekal.”

Memahami Kerajaan Allah itu sangat penting, tetapi yang terlebih penting adalah respons orang percaya terhadap Kerajaan Allah. Mereka yang telah diterangi oleh Kristus yang telah menghadirkan Kerajaan Allah seharusnya memahami dan menanggapinya dengan percaya kepada Kristus (ay. 23). Percaya kepada Kristus memiliki dua aspek: memahami dan mempercayakan diri. “Mempercayakan diri” berarti kita berani berhenti mempercayakan diri pada diri sendiri atau semua di luar Allah dan berkomitmen mempercayakan diri sepenuhnya kepada Kristus. Ini tidak mudah karena pada waktu kita mempercayakan diri kepada Kristus, kita menempatkan Kristus sebagai Raja yang mengontrol mutlak hidup kita, bukan kita. Beranikah kita mempercayakan diri kepada Kristus?

SEMAKIN MENGENAL “PELITA” (ay. 24-25)

Apa dampak mendengar dan percaya kepada Kristus? Di ayat 24, Yesus berkata, “Perhatikanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu” (TB-2). “ukuran” atau “takaran” adalah alat sendok besar yang digunakan untuk mengukur biji-bijian atau barang yang dibeli untuk memastikan keadilan dalam jual beli. Yesus menggunakan perumpamaan “ukuran” atau “takaran” untuk mengajar salah satu sifat Allah yaitu adil. Apa yang kita lakukan bagi Allah, akan kita terima pula dari Allah (Grant R. Osborne, Mark, 149, epub). Apa yang kita terima dari Allah?

Di ayat 25, Yesus berkata, “Sebab, siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil darinya” (TB-2). Orang-orang yang tidak percaya yaitu banyak pemimpin agama dan orang-orang Yahudi waktu itu yang menolak percaya Yesus akan mendapatkan sesuatu dari Allah yaitu kehilangan berkat Allah yaitu pengertian Kerajaan Allah. Sedangkan bagi orang percaya yang telah menerima Kerajaan Allah, mereka akan ditambahkan pemahaman makin mengenal Allah. Ringkasnya: “Orang yang tidak percaya menolak Kerajaan Allah akan kehilangan berkat-Nya, sedangkan orang percaya yang menerima Kerajaan Allah akan makin diberkati yaitu mengenal dan mengalami Allah lebih dalam.”

Di zaman sekarang, banyak orang menolak Kerajaan Allah dengan mengolok-olok Yesus di media sosial. Mereka berbuat demikian mengaku bahwa mereka sedang berbakti kepada Allah (Yoh. 16:2). Tetapi apakah mereka menemukan kedamaian? Tidak. Sebaliknya orang yang percaya kepada Kristus menemukan damai sejahtera sejati dari Kristus (Yoh. 14:27). Setelah percaya, kita akan dipimpin Allah untuk terus bertumbuh makin mengenal dan mengalami Allah. Paulus berkata di Kolose 2:7, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur” (TB-2). Kemudian di ayat 8, ia berkata bahwa ciri orang yang bertumbuh adalah kita tidak mudah dihanyutkan oleh berbagai angin pengajaran yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Tetapi kita juga percaya bahwa pertumbuhan juga mencakup perubahan: perubahan cara pandang, karakter, dll. “Kerajaan Allah hanya dibukakan kepada orang-orang percaya agar mereka mengalami damai sejahtera-Nya dan bertumbuh makin mengenal dan mengalami-Nya lebih dalam lagi.”


  1. Kehendak siapa yang kita ajarkan kepada anak atau cucu atau murid sekolah? Diri, orangtua, atau Kristus?
  2. Apa kesulitan kita mempercayakan diri kepada Kristus? Apa solusinya?
  3. Tanyakan ke diri kita, satu hal apa yang berubah dalam diri kita sejak kita percaya kepada Kristus?
  4. Jika masih banyak hal yang belum berubah dalam diri kita, maka tanyakan: mengapa dan apa langkah praktis apa yang akan kita ambil selanjutnya?

    Sebutkan langkah praktis Anda untuk mempercayakan diri kepada Kristus dan siap bertumbuh makin mengenal-Nya.


    Meminta Allah memampukan kita untuk terus-menerus mempercayakan diri kepada-Nya dan hidup bagi-Nya setiap hari.

×

Markus 4:21-25

Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran

21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

×

Markus 4:21-23

21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.

22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

×

Markus 4:1-20

Perumpamaan tentang seorang penabur

1 Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:

3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,

12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

14 Penabur itu menaburkan firman.

15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,

17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

×

Markus 4:22

22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.

×

Yesaya 53:2-3

2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

×

1 Korintus 1:27-28

27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

×

Wahyu 21:1-3

1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.

×

Wahyu 7:9-12

9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

×

Markus 4:23

23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

×

Markus 4:24-25

24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

×

Markus 4:24

24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.

×

Markus 4:25

25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

×

Yohanes 16:2

2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

×

Yohanes 14:27

27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

×

Kolose 2:7

7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

×

Markus 4:8

8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

×

Roma 1

Salam

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,

3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Paulus ingin ke Roma

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.

9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:

10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Injil itu kekuatan Allah

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.