Ringkasan Khotbah
28 September 2025
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil
PERLUKAH BERPUASA?
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Markus 2:21
Di tengah kehidupan kita, tentu ada banyak tradisi dan ritual yang kita kenal. Contohnya di saat perayaan Imlek. Imlek dikenal dengan beragam tradisi yang dilakukan, misal: silahturahmi, sungkem kepada orang tua, pengadaan jeruk, dan sebagainya. Tradisi ini tentu dilakukan bukan tanpa makna. Silahturahmi menandakan adanya ikatan persaudaraan dan kehangatan, sungkem menandakan hormat, jeruk sebagai tanda keberuntungan dan kebahagiaan. Namun seiring waktu, tradisi ini dilakukan tanpa makna sehingga menjadi sebuah ritual kosong belaka, yang penting ada. Mengapa masih dilakukan? Karena kebiasaan dan harus ada. Celakanya, hal ini juga dapat terjadi dalam kehidupan iman Kristen. Disiplin rohani dapat menjadi sebuah cangkang kosong tanpa makna, menjadi ritual belaka. Termasuk ketika kita berbicara mengenai puasa.
Hal ini pun terjadi di tengah kehidupan orang Yahudi di masa pelayanan Yesus di dunia. Suatu kali, orang Farisi menghampiri Yesus dan menanyakan mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa, sedangkan murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi sedang berpuasa. Di tengah situasi inilah Yesus menekankan makna berpuasa yang sesungguhnya.
1. Puasa bukan peraturan agamawi semata melainkan relasi penuh sukacita
Berpuasa bukanlah hal yang asing dalam keagamaan. Praktik berpuasa dilakukan oleh umat dari berbagai latar agama. Namun, tidak sedikit orang yang melakukan puasa hanya sebagai sebuah kewajiban agama semata. Hal inilah yang dilakukan oleh orang Farisi di masa itu.
Pada saat itu, murid-murid Yohanes dan orang Farisi sedang berpuasa. Kemungkinan besar, mereka berpuasa karena mereka sedang berduka atas pemenjaraan Yohanes Pembaptis, guru mereka (Mrk 1:14), ada pula yang mengungkapkan bahwa murid-murid Yohanes berpuasa sebagai komitmen atas pertobatan mereka. Di kelompok lain, ada pula murid-murid orang Farisi yang berpuasa karena ketaatan mereka akan Taurat dan tradisi yang ditetapkan. Di momen inilah, orang Farisi mengajukan keberatan karena murid-murid Yesus tidak berpuasa.
Yesus menjawab keberatan orang Farisi dengan sebuah analogi mengenai mempelai dan sahabat-sahabatnya (ay. 19-20). Dalam tradisi Yahudi, masa pernikahan adalah masa sukacita dan perayaan. Selama pengantin pria masih bersama mereka, tidak ada alasan untuk berpuasa karena puasa di masa itu adalah tanda duka atau penyesalan. Analogi ini memberikan sebuah penggambaran akan keberadaan Yesus di tengah murid-murid. Saat itu, Yesus masih berada di tengah murid-murid. Murid-murid Yesus menikmati sukacita karena kebersamaan mereka dengan Yesus, sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk berpuasa. Yesus mengungkapkan akan ada masanya dimana murid-murid akan berpuasa, yaitu ketika Yesus tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Murid-murid akan berduka, namun duka itu juga tak akan lama. Karena Yesus bangkit mengalahkan maut. Analogi ini menunjukkan sebuah pemaknaan baru akan praktik puasa. Puasa bukan kewajiban agama atau rutinitas semata. Puasa bukan untuk menunjukkan ketaatan agama atau untuk memberatkan sesama. Puasa merupakan sarana membangun relasi dengan Kristus dan diwarnai dengan sukacita.
2. Kehadiran Yesus Membawa Pemaknaan yang Baru
Setelah menyampaikan makna puasa, Yesus kembali memberikan dua analogi kepada para pendengarnya. Dua analogi ini tidak jauh dari kehidupan mereka. Yang pertama, analogi mengenai kain baru dan pakaian lama uasa. Kemungkinan besar, mereka berpuasa karena mereka sedang berduka atas pemenjaraan Yohanes Pembaptis, guru mereka (ay. 21). Kain yang baru yang belum dicuci biasanya akan menyusut. Maka, menambal pakaian lama dengan kain yang baru merupakan hal yang tidak mungkin dilakukan, karena kain baru itu justru akan mencabik pakaian yang lama dan akan semakin merusaknya. Analogi kedua berbicara mengenai anggur baru dan kantong kulit yang tua uasa. Kemungkinan besar, mereka berpuasa karena mereka sedang berduka atas pemenjaraan Yohanes Pembaptis, guru mereka (ay. 22). Anggur baru yang difermentasi akan menghasilkan gas dan membuat kantong kulit merenggang. Sedangkan kantong kulit yang tua sudah tidak elastis dan otomatis akan sobek dan pecah jika diisi dengan anggur yang baru. Sehingga anggur yang baru harus ditempatkan pada kantong kulit yang baru. Kedua analogi ini menunjukkan ketegangan antara pengajaran Yesus dengan tradisi dan legalisme Yudaisme. Kehadiran dan pengajaran Yesus sepenuhnya membawa ajaran yang baru, bukan ajaran tambahan untuk menambal tradisi dan legalisme Yudaisme. Demikian pula kehidupan baru di dalam Yesus tidak dapat ditempatkan pada tradisi dan legalisme Yahudi yang lama. Kehadiran Yesus memang tidak meniadakan Taurat, tetapi orang percaya juga perlu memahami bahwa ketaatan pada Taurat tidak membawa pada keselamatan. Demikian pula ketaatan dalam melakukan praktik puasa. Praktik puasa bukan sebagai legalisme yang memberatkan ataupun praktik ritual dan tradisi semata, melainkan bentuk syukur dan sukacita atas karya Kristus dan wujud membangun relasi dengan Kristus.
Biarlah setiap kita tidak melakukan praktik puasa sebagai sebuah kewajiban agama dan ritual kosong semata. Ingatlah, praktik berpuasa merupakan bentuk kerinduan untuk membangun relasi dengan Kristus dan melakukannya dengan penuh syukur dan sukacita.
- Mengapa orang Farisi mengajukan pertanyaan perihal berpuasa kepada Yesus? Apa yang terjadi saat itu?
- Yesus memberi jawab atas pertanyaan orang Farisi dengan tiga analogi. Coba sebutkan dan jelaskan apa makna dari analogi tersebut!
- Menurut Anda, apa yang menjadi dasar Anda melakukan praktik disiplin rohani berpuasa selama ini? Apakah Anda melakukannya karena ketetapan dan himbauan gereja? Apakah Anda melakukannya karena sedang meminta sesuatu? Atau Anda melakukannya karena Anda ingin membangun relasi yang lebih intim dengan Tuhan?
- Berdoalah bagi orang percaya agar dapat menghidupi praktik disiplin rohani, termasuk berpuasa, dengan pemahaman dan dasar yang benar.
- Ambillah komitmen untuk melaksanakan praktik disiplin rohani yang membawa Anda untuk semakin intim dan dekat dengan Tuhan.
Markus 2:18-22
Hal berpuasa
18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
Markus 1:14
14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Markus 2:19-20
19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Markus 2:21
21 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Markus 2:22
22 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
Yesaya 43:5
5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.
Maleakhi 4:5-6
5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Matius 6:1-4
Hal memberi sedekah
1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Hosea 14:9-10
8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
Penutup
9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Hosea 14:9
8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
Hosea 14:10
9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.
Hosea 11 : 5-7
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.
Hosea 11 : 8-9
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
Hosea 11 : 10-11
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Hosea 11 : 8-11
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Hosea 11
Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.
7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.
8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.
Efraim dan Yakub bapa leluhurnya
12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.
Roma 1
Salam
1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,
3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,
4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.
6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.
9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:
10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.
11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,
12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.
13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.
14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.
15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.
Injil itu kekuatan Allah
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.
27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,
31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.