20 Juli 2025

  Snow

Ringkasan Khotbah
20 Juli 2025
Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

PENJALA MANUSIA

Bapak, ibu, saudara/I yang disayang oleh Tuhan, pernahkah kita bertanya dalam diri kita: “Apa sebenarnya yang menjadi maksud Tuhan memanggil kita untuk menjadi orang yang percaya kepada Kristus?” Apakah kita berpikir hanya supaya kita diselamatkan dan masuk dalam Kerajaan Surga? Atau adakah kita mengerti bahwa ada tugas dan tanggung jawab yang Tuhan ingin kita kerjakan selama kita masih diberikan hidup oleh Tuhan di dalam dunia ini?

Saudaraku banyak orang yang dalam kehidupan sehari-harinya bekerja dengan sangat keras hanya untuk mencari uang atau nafkah, dalam pemikirannya bagaimana membesarkan keluarga, mengejar Pendidikan yang tinggi, atau membangun usaha yang besar. Apakah semua itu salah? Tidak. Semua itu baik dan perlu buat kita. Tetapi seringkali kita lupa bahwa hidup kita ini sesungguhnya punya maksud, rencana dan tujuan yang jauh lebih besar, yaitu menjadi alat Tuhan, menjadi rekan sekerja Allah untuk membawa orang lain mengalami dan mengenal Tuhan Yesus.

Hari ini mari kita sama-sama belajar dari Firman Tuhan dalam Injil Markus 1:16-20, Ketika Tuhan Yesus memanggil murid-murid-Nya, yaitu Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Mereka hanya bekerja sebagai nelayan biasa. Mereka tidak memiliki sekolah tinggi, bahkan tidak mempunyai pengaruh yang besar, tetapi lihat mereka dipilih oleh Yesus dan diberi tugas yang sangat mulia yaitu menjadi penjala manusia. Yesus menggunakan istilah “penjala manusia” untuk menggambarkan misi hidup para murid setelah mereka mengikut Dia. Sebagaimana para nelayan menjadi penjala ikan dari laut, murid-murid akan “menjala” orang dari dunia ini artinya mereka akan menjangkau jiwa manusia dan membawa mereka kepada Tuhan untuk diselamatkan. Oleh sebab itu mari kita akan belajar apa artinya menjadi penjala manusia? Bagaimana caranya? Dan apakah menjadi penjala manusia juga menjadi panggilan untuk kita saat ini? Mari sama-sama kita renungkan.

Pertama, Penjala Manusia adalah Orang yang dipanggil untuk mengikut Yesus Secara Pribadi dan Sungguh-sungguh. “Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku…’” (ay. 17a) Sebelum menjadi penjala manusia, kita harus terlebih dahulu menjadi pengikut Yesus Kristus yang sungguh-sungguh. Hal ini menunjukkan bahwa misi Tuhan dalam menjala manusia tidak mungkin dijalankan tanpa hubungan yang erat, intim dan pribadi dengan Kristus. Hubungan pribadi dengan Tuhan juga berarti hidup dalam ketaatan, dan mau dibentuk oleh-Nya. Pekerjaan menjala manusia dimulai dari kehidupan yang berserah kepada Kristus. Intinya: kita tidak bisa membawa orang kepada Yesus Kristus jika kita sendiri belum berjalan bersama-Nya. John Stott mengatakan bahwa mengikut Yesus bukan hanya sekedar percaya, tetapi juga menyerahkan diri untuk dibentuk oleh-Nya. Mengikut Yesus berarti tunduk sepenuhnya kepada kehendak-Nya.

Kedua, Penjala Manusia adalah Misi Hidup kita sebagai Orang Percaya. “kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (ay. 17b) Dahulu mereka adalah nelayan menjala ikan, tapi Yesus mengubah tujuan hidup mereka: sekarang mereka akan “menjala manusia” artinya, mereka membawa orang lain kepada Tuhan. Ini adalah misi hidup sebagai orang percaya. Yesus tidak hanya memanggil kita untuk percaya dan mengikuti-Nya, tetapi kita dipanggil untuk membawa orang kepada keselamatan di dalam Kristus. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang percaya, bukan hanya tugas dari hamba Tuhan tetapi semua orang yang percaya haruslah membawa orang lain kepada Kristus. Intinya: kita menjadi alat Tuhan agar orang mengenal kasih dan kebenaran-Nya. Billy Graham berulang kali menekankan bahwa: “pekerjaan utama gereja adalah penginjilan.” Menurutnya, setiap orang percaya harus terlibat dalam misi ini karena itulah inti dari perintah Amanat Agung. Dimana saja orang percaya berada, baik di sekolah, kulian, pekerjaan, keluarga, lingkungan dan dimanapun haruslah menjadi terang, menjadi saksi Kristus, melalui pertolongan dan Roh Kudus yang bekerja melalui kesaksian peribadi kita dapat mengubah hati manusia.

Ketiga, Penjala Manusia berarti Rela Berkorban dan Meninggalkan Kenyamanan demi Misi Tuhan. “lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikut Dia, … Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya,…” (ay. 18-20) Simon dan Andreas langsung meninggalkan jala mereka. Yakobus dan Yohanes bahkan meninggalkan ayah mereka. Mereka tidak menunda-nuda dan berani meninggalkan sesuatu demi Tuhan. Mengikut Yesus memang perlu keberanian dan pengorbanan. Kadang kita harus meninggalkan hal-hal yang kita sukai, atau menghadapi omongan orang, mungkin kita ditolak atau kita mulai mengatur ulang prioritas hidup. Ini menunjukkan bahwa menjadi penjala manusia butuh pengorbanan. Menjadi penjala manusia bukan pekerjaan sambilan, ini memerlukan komitmen, keberanian dan pengorbanan. Kita mengorbankan waktu, tenaga, kenyamanan, bahkan relasi. Tapi semua itu menjadi berarti karena kita melayani tujuan Tuhan yang kekal. Jadi kalua kita sungguh mengikut Tuhan, hidup kita akan berubah. Kita akan belajar mengutamakan kehendak Tuhan, bukan sekedar ikut keinginan sendiri. Intinya: Tuhan menginginkan kita mengutamakan misi-Nya daripada kenyamanan kita sendiri.

Kesimpulan:

Panggilan untuk menjadi penjala manusia bukan hanya untuk seorang Hamba Tuhan penuh waktu, atau Misionaris, tidak. Tetapi untuk setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, hebat atau bisa segalanya, melainkan orang-orang yang sungguh-sungguh mau mengikut Dia, taat dan siap dipakai oleh Tuhan. Melalui hubungan pribadi dengan Kristus, Ketaatan penuh kepada Misi Tuhan, komitmen dan Pengorbanan menjalani misi, kita pasti akan diperlengkapi untuk menjangkau jiwa-jiwa bagi Kristus. Tantangannya memang besar, tetapi ingatlah upahnya kekal. Mari kita hidup sebagai murid Kristus yang setia, yang tidak hanya mengikuti-Nya, tetapi juga membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Soli Deo Gloria!


  1. Apa yang membuat panggilan Yesus dalam Markus 1:16-20 begitu Istimewa dan relevan bagi hidup kita saat ini?
  2. Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam menjadikan Tuhan Yesus sebagai prioritas utama dalam kehidupan kita.
  3. Mengapa penting untuk kita pahami bahwa menjadi penjala manusia adalah identitas hidup kita, bukan hanya tugas?
  4. Bagaimana cara praktis menjadi penjala manusia di lingkungan kita sehari-hari? Mis. Sekolah, Kampus, Tempat Kerja, Tempat Dimana kita tinggal, dll.
×

Markus 1:16-20

Yesus memanggil murid-murid yang pertama

16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

×

Markus 1:17a

17a Yesus berkata kepada mereka: Mari, ikutlah Aku

×

Markus 1:17b

17b dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

×

Markus 1:18-20

18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

×

Markus 1:4-8

4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."

5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.

8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

×

2 Raja-raja 1:8

8 Jawab mereka kepadanya: "Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!"

×

Maleakhi 4:5-6

5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.

6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

×

Matius 6:1-4

Hal memberi sedekah

1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

×

Hosea 14:9-10

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Penutup

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 14:9

8 (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

×

Hosea 14:10

9 (14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

×

Hosea 11 : 5-7

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

×

Hosea 11 : 8-9

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

×

Hosea 11 : 10-11

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11 : 8-11

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

×

Hosea 11

Kasih TUHAN mengalahkan kedegilan orang Israel

1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

Efraim dan Yakub bapa leluhurnya

12 (12-1) Dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim, dengan tipu oleh kaum Israel; sedang Yehuda menghilang dari dekat Allah, dari dekat Yang Mahakudus yang setia.

×

Roma 1

Salam

1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci,

3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud,

4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.

5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.

7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Paulus ingin ke Roma

8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia.

9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu:

10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu.

11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,

12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain.

14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar.

15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Injil itu kekuatan Allah

16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.

19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.

20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:

29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,

31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.