28 April 2024

Ringkasan Khotbah
28 April 2024

Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

Yesus dan Misi Ke Seluruh Bangsa

Matius 28 : 16-20

Jika Anda penggemar film bergenre perang, maka film “Saving Private Ryan” merupakan salah satu film yang direkomendasikan. Film ini disutradarai oleh Steven Spielberg yang berhasil memenangkan piala Oscar sebagai sutradara terbaik (1999). Diadaptasi dari kisah nyata, film ini berkisah aksi penyelamatan yang hampir mustahil di masa perang dunia ke 2. Pemerintah Amerika Serikat, melalui Jendral George Marshall memerintahkan membentuk pasukan khusus berjumlah 6 orang. Mereka ditugaskan untuk menyelamatkan prajurit Ryan dan mengembalikan kepada ibunya, karena ia adalah satu-satunya anak laki-laki yang masih hidup dalam keluarga Ryan. Tugas ini boleh dibilang mustahil karena mereka tidak memiliki data di mana prajurit Ryan berada selain ia ada di garis depan pertempuran di perbatasan Perancis – Inggris. Meski pada akhirnya prajurit Ryan berhasil diselamatkan, tapi seluruh pasukan khusus yang berjumlah 6 orang itu semuanya gugur dalam tugas.

Sesaat sebelum Tuhan Yesus naik ke sorga, Ia memerintahkan murid-murid-Nya untuk bertemu di sebuah bukit di daerah Galilea. Sewaktu berjumpa dengan Yesus, Matius mencatat respon murid-murid saat itu. Ada yang menyembah dengan percaya sepenuhnya, tapi juga ada yang ragu-ragu. Tuhan Yesus kemudian menyampaikan perkataan terakhir-Nya yang dikenal dengan Amanat Agung. Mat. 20:16-20 berisi 3 hal pokok. Pertama, pernyataan Yesus memiliki otoritas tertinggi di dalam kehidupan ini. Kedua, perintah-Nya supaya murid-murid pergi dan memberitakan Injil mulai dari Yerusalem hingga ujung bumi. Terakhir, janji penyertaan-Nya hingga kesudahan zaman.

Tuhan memberikan misi yang mendobrak seluruh pemahaman murid-murid sebagai orang-orang Yahudi. Mereka ditugaskan oleh Yesus: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Bagaimana tidak, selama itu orang Yahudi hampir-hampir tidak mau bergaul dengan orang-orang non – Yahudi. Sekarang Tuhan memberikan amanat yang penting untuk mereka yang pergi bukan menunggu.

Sebenarnya konsep Misi ke seluruh bangsa bukan hanya muncul di dalam Amanat Agung saja, karena pemahaman ini sudah ada dalam Perjanjian Lama. Saat Allah memanggil Abram dan mengadakan perjanjian dengannya, kita bisa memperhatikan bahwa “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (Kej. 12:3). Semua kaum yang dimaksud di sini tentu saja untuk semua bangsa-bangsa di luar Israel. Matius sendiri mencatat kehadiran orang-orang Majus, yang adalah orang-orang non Yahudi, untuk mencari Raja orang Yahudi yang baru lahir. Tuhan Yesus sendiri pernah menyembuhkan hamba seorang perwira romawi (non Yahudi) yang sedang sakit. Bahkan Tuhan pernah menyembuhkan anak seorang wanita asal Kanaan (bukan orang Yahudi) yang kerasukan setan (Matius 15: 21-28 dan Markus 7: 24-30). Pelayanan yang Yesus lakukan tidak terbatas hanya bagi orang-orang Israel saja tetapi juga buat semua orang tanpa terkecuali.

Di dalam Kisah Para Rasul sendiri, kita berjumpa dengan Petrus yang juga melayani orang-orang bukan Yahudi di rumah Kornelius. Sementara rasul Paulus terpanggil untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Oleh sebab itu, Paulus mengadakan beberapa kali perjalanan misi yang tercatat di dalam Kisah Para Rasul. Jadi boleh dibilang, mulai dari kitab Kejadian hingga Wahyu, kita melihat Tuhan secara konsisten mengasihi semua suku bangsa. Dalam pelaksanaan misi ini, Allah terus menerus memakai orang-orang untuk membawa kabar kesukaan ini kepada suku – suku bangsa di luar Israel.

Maka, sekarang tugas misi ke seluruh bangsa Tuhan tetap berikan kepada kita sebagai umat Tuhan. Sebuah misi yang dilandasi oleh otoritas Tuhan melalui Roh Kudus-Nya dan dengan janji penyertaan-Nya bagi kita. Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, tapi misi Amanat Agung tetap menjadi prioritas kita.

×

Matius 20 : 16-20

16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus

17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:

18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.

19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Permintaan ibu Yakobus dan Yohanes Bukan memerintah melainkan melayani

20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.

×

Kejadian 12 : 3

3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

×

Matius 15 : 21-28

Perempuan Kanaan yang percaya

21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.

22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."

23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."

24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."

26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

×

Markus 7 : 24-30

Perempuan Siro-Fenisia yang percaya

24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

×

Yohanes 21 : 4-6

4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."

6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

×

Yohanes 21 : 3c

3c Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

×

Yohanes 21 : 7

7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

×

Lukas 5 : 8

8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

×

Amsal 3 : 5

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

×

Yohanes 21 : 15-19

Gembalakanlah domba-domba-Ku

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

×

Yohanes 12 : 12-27

Yesus dielu-elukan di Yerusalem

12 Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,

13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"

14 Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:

15 "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."

16 Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.

17 Orang banyak yang bersama-sama dengan Dia ketika Ia memanggil Lazarus keluar dari kubur dan membangkitkannya dari antara orang mati, memberi kesaksian tentang Dia.

18 Sebab itu orang banyak itu pergi menyongsong Dia, karena mereka mendengar, bahwa Ia yang membuat mujizat itu.

19 Maka kata orang-orang Farisi seorang kepada yang lain: "Kamu lihat sendiri, bahwa kamu sama sekali tidak berhasil, lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia."

Yesus memberitakan kematian-Nya

20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.

21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."

22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

×

Yohanes 21 : 15-17

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

×

Yohanes 13 : 37

37 Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"

×

Yohanes 18 : 10

10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

×

Yohanes 21 : 17b

17b Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau."

×

Yohanes 21 : 17c-19a

17c Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

19a Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah.

×

Yohanes 21 : 19b

19b Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

  1. Bagikan kepada orang lain dalam kelompok, apa yang anda pahami dari kotbah ini mengenai Amanat Agung yang Tuhan Yesus berikan kepada para murid? Apa implikasinya bagi kita hari ini?
  2. Menurut Anda bagaimana seharusnya kita menunaikan Amanat Agung Kristus? Apa yang perlu gereja lakukan? Apa yang perlu saya lakukan?
  1. Tuliskanlah komitmen Anda berkaitan dengan ketaatan untuk melaksanakan Amanat Agung di dalam kehidupan sehari – hari.
  2. Kepada siapakah Anda akan berbagi dan bersaksi tentang Injil keselamatan?
  1. Bersyukur bersama-sama untuk anugerah dan keselamatan yang kita terima dari Tuhan Yesus yang telah menang dan bangkit.
  2. Komitmen kita untuk terus berbagi berita Injil kepada orang – orang di sekitar kita.
Download Ringkasan Khotbah
Download Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah