30 Juli 2023

RINGKASAN KHOTBAH
30 JULI 2023

Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

MENENTANG PENGAJAR PALSU
Filipi 3 : 1-4a

Kisah Para Rasul mencatat banyak orang Yahudi yang akhirnya percaya kepada Tuhan Yesus. Ini jelas bukan hal yang mengagetkan, sebab Tuhan Yesus sendiri memang mengindikasikan bahwa orang Yahudi mendapatkan prioritas pertama dalam pemberitaan Injil. Injil mulai diberitakan di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi (Kis. 1:8). Masalahnya banyak orang Yahudi yang percaya kepada Tuhan Yesus itu masih mengenakan pola pikir lama. Karena mereka menganggap bahwa Kekristenan adalah sekte Yudaisme, mereka berpendapat bahwa menjadi seorang Kristen yang sejati berarti harus menghidupi juga adat istiadat dan tradisi Yahudi. Salah satunya, mereka menuntut pelaksanaan sunat bagi orang non-Yahudi. Ini penting sebab bagi mereka sunat ialah tanda sah seseorang masuk dalam relasi dengan Allah. Tidak hanya itu, mereka juga menuntut ketaatan terhadap hukum Yahudi. Bagi mereka seorang Kristen sejati baru akan menikmati berkat Kristus kalau mereka sudah disunat dan taat terhadap hukum Yahudi.

Di kemudian hari, orang-orang ini nantinya akan menjadi “musuh utama” Paulus dalam pemberitaan Injil. Paulus menegaskan bahwa orang-orang ini salah memahami Perjanjian Lama dan sifat anugerah Tuhan. Masalahnya orang-orang ini muncul di berbagai tempat, termasuk juga di Jemaat Filipi. Bagi Paulus kehadiran mereka ini adalah masalah yang serius. Tak heran setelah mengajak Jemaat bersukacita, ia langsung berubah mood menjadi tegas dan keras. Ayat 1 tidak hanya menunjukkan ini bukan kali pertama Paulus membahas hal ini, tapi juga seriusnya hal ini. Karena itulah, Paulus kembali mengingatkan jemaat Filipi apa bahayanya ajaran mereka.

Di ay. 2 Paulus menampilkan sebuah ironi tentang mereka; ia menyebut mereka dengan tiga sebutan: anjing, pekerja yang jahat, dan penyunat palsu. (1) “Anjing” di sini bukan berarti umpatan atau makian seperti halnya hari ini. Sebaliknya, anjing di sini bermakna religius. Dalam tradisi Yahudi, “anjing” dipakai untuk merujuk pada bangsa kafir atau orang-orang di luar perjanjian (bnd. Mrk. 7:27). (2) Ungkapan “pekerja yang jahat” menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang jahat. Para sarjana menduga bahwa ungkapan ini terkait dengan ungkapan “perbuatan hukum” (mis. Gal. 3:10). Seolah Paulus sedang mengatakan bahwa memaksakan “perbuatan hukum” pada orang lain (seperti yang sedang mereka lakukan) sejatinya ialah “perbuatan yang jahat.” (3) Terakhir, Paulus menyebut mereka “penyunat palsu.” Terjemahan ini kurang tepat, sebab kata Yunani yang dipakai maknanya ialah “tukang mutilasi.” Paulus nampaknya tengah merujuk pada perbuatan biadab bangsa kafir yang kerap memutilasi korbannya. Lewat ungkapan ini, Paulus menegaskan bahwa tindakan mereka yang memaksakan sunat pada dasarnya tidak berbeda dengan tindakan barbar bangsa kafir. Jadi, ada ironi di sini: orang Yahudi berpikir mereka sedang berbuat yang baik, tapi sebenarnya perbuatan mereka tidak beda dengan bangsa kafir.

Paulus melanjutkan bahwa sunat yang sejati bukanlah sunat secara lahiriah (ay. 3). Sebaliknya, sunat sejati ditandai beberapa hal: beribadah oleh Roh Allah, bermegah di dalam Kristus, dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Lewat ungkapan ini Paulus memaksudkan dua hal: Pertama, bahwa Kristen yang sejati tidak dibuktikan melalui ritual tetapi soal sikap hati. Kedua, Kristen yang sejati menaruh iman dan kebanggannya pada Kristus sendiri.

Singkatnya, Paulus membantah ajaran yang salah dari orang-orang Kristen Yahudi. Kekristenan sejati utamanya bukan soal aspek luar tapi aspek internal. Di tengah jaman yang berjuang keras untuk “terlihat rohani,” bagian ini menjadi pengingat agar kita benar-benar mengingat apa yang membuat kita rohani.

×

Kisah Para Rasul 1 : 8

8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

×

Filipi 3 : 1

1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.

(3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.

×

Filipi 3 : 2

2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

×

Markus 7 : 27

27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

×

Galatia 3 : 10

10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

×

Filipi 3 : 3

3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.

  1. Bagikan pada anggota yang lain apa hal yang paling membekas bagi Anda dari kotbah hari Minggu kemarin (Ilustrasi? Poin kotbah? Suasana hati Anda? Dsb)? Mengapa?
  2. Apa akibatnya bila seseorang hanya berfokus pada aspek eksternal kerohanian? Apa akibat buruk yang bisa mereka sebabkan?
  3. Bagaimana agar kita tidak melulu terfokus pada soal-soal eksternal keagamaan dan belajar mengembangkan kehidupan rohani yang autentik?
  4. Apakah berfokus pada aspek internal saja adalah hal yang tepat untuk dilakukan? Mengapa?
  5. Menurut Anda, apa artinya menjadikan Kristus sebagai kebanggaan kita?
Lakukan hal-hal yang baik dan memuliakan Allah secara tersembunyi, tidak perlu diketahui siapapun. Usahakan hal ini menjadi kebiasaan.
  1. Doakan agar Jemaat GKA Gloria menjadi komunitas yang autentik secara rohani.
  2. Doakan agar Jemaat GKA Gloria tidak terjebak pada hal-hal yang sekunder dan ornamental seputar kerohanian, tetapi memahami dengan jelas hal-hal yang utama dalam kerohanian.
Download Ringkasan Khotbah
Download Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah