23 Juli 2023

RINGKASAN KHOTBAH
23 JULI 2023

Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

MENGENAL EPAFRODITUS :
SAHABAT DALAM KEGAGALAN
Filipi 2 : 25-30

Di dalam bagian sebelumnya (2:19-24), Paulus memberi rekomendasi positif mengenai Timotius. Di dalam bagian ini, dia berbicara mengenai rekan sepelayanannya yang lain, yakni Epafroditus. Catatan Perjanjian Baru memang tidak memberi kita informasi yang melimpah mengenai siapa itu Epafroditus. Akan tetapi, setidaknya ada dua hal penting yang nampaknya bisa kita ketahui mengenai sosok ini. Pertama, dia adalah seorang petobat non-Yahudi. Menurut Michael Bird dan Nijay Gupta, nama Epafroditus merupakan nama Yunani yang umum pada masa itu. Menariknya, nama ini biasanya dikaitkan dengan kelompok agama yang menyembah Dewi Afrodith (Aphrodite). Bila demikian, kita punya alasan menduga bahwa dia pada mulanya adalah pengikut kultus Afrodith yang lantas menjadi pengikut Kristus. Kedua, dia adalah utusan dari gereja Filipi (ay. 25). Dia adalah orang yang diutus gereja Filipi untuk menyampaikan bantuan finansial mereka bagi Paulus. Tidak hanya itu, dia nampaknya juga diutus Jemaat Filipi untuk mendampingi Paulus saat dipenjara. Karena masalah jarak, Epafroditus menjadi semacam perwakilan jemaat untuk menunjukkan perhatian mereka pada Paulus.

Apa yang menarik ialah cara Paulus menyebut Epafroditus di ay. 25. Setidaknya ada lima sebutan yang digunakan Paulus. (i) Dia disebut sebagai saudara. Maksudnya, sama-sama sebagai orang yang percaya pada Kristus. (ii) Dia disebut sebagai teman sekerja. Maksudnya, mereka berdua sama-sama melayani Kerajaan Allah. (iii) Dia disebut teman seperjuangan (literal, “sesama tentara”). Hal ini nampaknya menjelaskan bahwa sama seperti Paulus, ia juga mengalami tantangan saat melayani Allah. (iv) Dia disebut utusan. Kata Yunani yang digunakan di sini sebenarnya sama dengan kata “rasul” (apostolos). Tapi Paulus bukan bermaksud menyebut Epafroditus sebagai rasul, melainkan utusan resmi Jemaat Filipi. (v) Dia disebut pelayan kebutuhan Paulus. Hal ini mungkin menunjukkan pentingnya pelayanannya bagi Paulus.

Akan tetapi mengapa Paulus harus memberi catatan sebanyak itu mengenai Epafroditus? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Epafroditus merupakan kepanjangan tangan dari Jemaat Filipi untuk menyampaikan perhatian mereka pada Paulus. Hanya saja di tengah misinya ia terkena sakit yang amat serius, yang hampir saja menelan nyawanya. Para sarjana berbeda pendapat mengenai kapan Epafroditus mengalami sakit keras tersebut. Sebagian menduga ia mengalami sakit keras dalam perjalanannya dari Filipi menuju Paulus, sebagian lagi menduga ia mengalami sakit saat sudah bersama Paulus. Kita tidak tahu pasti mana yang benar. Akan tetapi, apa yang jelas, oleh anugerah Tuhan, Epafroditus selamat dan mengalami kesembuhan (ay. 27).

Meski demikian, berita mengenai keadaannya itu telah sampai pada Jemaat dan membuat mereka kuatir. Hal ini berimbas membuat Epafroditus menjadi gelisah, mengalami homesick (rindu dengan kampung halamannya), dan ingin segera kembali kepada Jemaat Filipi (ay. 26). Bahkan kemungkinan besar Epafroditus ialah pribadi yang membawa surat ini dari Paulus pada Jemaat Filipi. Hal ini tentu menimbulkan keterkejutan bagi Jemaat, sebab yang mereka pikir akan datang ialah Timotius. Selain itu, kembalinya Epafroditus juga bisa dianggap sebagai bentuk kegagalannya mengemban misi. Jemaat mengirim dia mendampingi Paulus; karena itu, bila ia kembali lebih awal itu artinya tugasnya tidak terlaksana dengan baik. Dalam konteks itu, Paulus menulis bagian ini untuk mengajak Jemaat menerima Epafroditus di tengah “kegagalannya.” Meski ia tidak sempurna dalam tugasnya, ia telah berjuang mengerjakan yang terbaik. Dus, ia patut dihargai.

Nasihat Paulus di sini mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita hidup sebagai komunitas. Di saat saudara seiman gagal, kita tidak seharusnya menjadi komunitas yang judgmental atau suka menghakimi. Sebaliknya, kita harus menjadi komunitas yang menerima dan saling membangun. Kegagalan saudara seiman memang menyakitkan dan patut diratapi. Akan tetapi, kita tidak perlu membuat mereka makin terpuruk; Tugas kita ialah menyambut mereka dan menolong mereka melayani Allah lebih baik lagi.

×

Filipi 2 : 19-24

19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu.

20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;

21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.

22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.

23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku;

24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.

×

Filipi 2 : 25

25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.

×

Filipi 2 : 27

27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah.

×

Filipi 2 : 26

26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit.

×

Filipi 2 : 20-21

20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;

21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.

×

Filipi 2 : 21

21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.

×

Filipi 2 : 22

22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.

×

Filipi 2 : 23-24

23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku;

24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.

×

1 Kor. 11 : 1

1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

  1. Bagikan pada anggota yang lain apa hal yang paling membekas bagi Anda dari kotbah hari Minggu kemarin (Ilustrasi? Poin kotbah? Suasana hati Anda? Dsb)? Mengapa?
  2. Menurut Anda, apakah ada relasi antara kekecewaan Jemaat terhadap gereja dengan sikap menghakimi yang kerap terbentuk di gereja? Apakah ada contoh kasus yang pernah Anda temukan?
  3. Seandainya Anda mengalami kegagalan, entah jatuh dalam dosa atau gagal mengemban tugas dengan baik, apa yang Anda harapkan dari komunitas Kristen di sekeliling Anda?
  4. Apakah menurut Anda menolong seseorang yang gagal berarti menoleransi kegagalan orang tersebut? Dalam hal apa keduanya berbeda?
  5. Ada sebuah kalimat populer di kalangan Kristen, “benci dosa, tapi kasihi pendosa.” Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut?
  6. Setelah mempelajari topik ini, apa yang kelompok Anda akan lakukan untuk menopang satu sama lain?

Pikirkan satu orang yang Anda tahu tengah mengalami kegagalan dalam hidupnya dan pikirkan bagaimana Anda bisa menghadirkan kasih Allah pada orang itu.

  1. Doakan agar Jemaat GKA Gloria tidak menjadi komunitas yang judgmental, tetapi menjadi orang-orang yang menyatakan kebenaran dalam kasih.
  2. Doakan agar Jemaat GKA Gloria belajar menjadi sahabat bagi saudara seiman yang gagal, yang menghadirkan kemurahan Allah bagi mereka.
Download Ringkasan Khotbah
Download Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah