25 Juni 2023

RINGKASAN KHOTBAH
25 Juni 2023

Bahan Pertemuan Kelompok Kecil

TANTANGAN KELUARGA KRISTEN MASA KINI

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 3 : 1-5

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

2 Timotius 3 : 5

Berbicara tentang tantangan bagi keluarga adalah hal yang tidak pernah putus dalam perjalanan kehidupan manusia. Selama ada keluarga di muka bumi ini maka tantangan terhadap keluarga pasti akan ada. Bahkan, jika mau dipikirkan lebih lagi, sebenarnya tantangan bagi setiap manusia di muka bumi ini adalah juga tantangan bagi keluarga, karena keluarga terdiri atas kumpulan manusia.

Firman Tuhan hari ini menyatakan kepada kita akan tantangan yang dihadapi oleh setiap keluarga Kristen. Memang konteks surat 2 Timotius ini adalah tentang nasihat rasul Paulus kepada Timotius, anak rohaninya. Namun apa yang diingatkan dari bagian firman Tuhan ini tentu saja bisa diaplikasikan kepada keluarga, karena Paulus sedang memperingatkan Timotius akan kondisi manusia pada hari-hari terakhir. Arti dari “hari-hari terakhir” bukan menunjuk kepada suatu masa di masa depan, karena beberapa penafsir Alkitab mengartikan hal ini sebagai masa di antara Tuhan Yesus naik ke surga sampai kedatangan-Nya yang kedua kali. Jadi sebenarnya Timotius dan kita pada saat ini sedang menjalani masa yang sukar itu, bahkan keturunan kita selanjutnya juga tetap akan menghadapi tantangan yang dinyatakan firman Tuhan ini. Tantangan ini sebenarnya adalah tantangan terhadap iman dan kehidupan kita di dalam Tuhan Yesus.

Apa Tantangan itu ?

Firman Tuhan menyatakan bahwa manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Akibatnya mereka menjadi pribadi yang suka membual, sombong, pemfitnah. Mereka tidak tahu berterima kasih dan memberontak terhadap orang tua mereka. Mereka tidak akan mempedulikan agama, karena memang mereka bukan mencintai Tuhan tetapi dirinya sendiri. Dalam relasi dengan sesama, mereka tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang dan tidak suka yang baik. Masih ada kelanjutannya, yaitu mereka suka berkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu. Mereka tidak menuruti Allah tetapi kesukaannya adalah menuruti hawa nafsu mereka sendiri.

Yang mengejutkan adalah pribadi-pribadi yang digambarkan seperti orang yang tidak bermoral tersebut justru masih ditemukan setia beribadah (bahkan bisa jadi melayani). Namun, mereka melakukan semuanya hanya sebagai ritual agama, lahiriah semata dan tidak berdampak pada hidup mereka. Kondisi manusia yang dipaparkan firman Tuhan ini memang bisa jadi akan membuat kita kuatir kalau-kalau diri kita atau anak-anak kita akan terkena dampaknya. Akan tetapi hal ini juga menjadi peringatan buat kita karena bisa jadi kitalah yang tanpa sadar menjadi orang yang seperti demikian.

Hal ini juga menjadi peringatan buat para orang tua. Seringkali kita berpikir bahwa anak-anak kita akan otomatis dihindarkan dari hal-hal yang jahat dan bisa berubah menjadi lebih baik dengan membawa mereka ke gereja. Oleh karena itu kita mengharuskan mereka untuk setia beribadah dan melayani sedari mereka kecil sampai dewasa. Namun satu hal yang menjadi perhatian adalah jangan sampai mereka hanya melakukan semua itu sebagai tindakan agama semata. Bagaimana dengan diri kita sendiri sebagai orang tua?

Bagaimana menghadapi hal ini? Ada dua hal yang diingatkan firman Tuhan kepada kita, terutama sebagai orang tua.

  1. Membangun hidup di dalam firman Tuhan, bagi anak-anak dan diri kita sendiri. Ini artinya kita bukan hanya rajin membaca firman Tuhan tetapi juga belajar untuk menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. 2 Timotius 3:16-17 mengatakan: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”
  2. Paulus mengingatkan Timotius untuk mengikuti teladan hidupnya dalam Tuhan dan juga mengingat akan mereka yang telah mengajarkan firman Tuhan kepadanya (2 Timotius 3:10-14), terutama ibu dan neneknya (2 Timotius 1:5). Firman Tuhan mengingatkan akan keteladanan, contoh nyata tentang hidup dalam firman Tuhan. Itu artinya sebagai orang tua hendaknya kita menjadi teladan hidup dalam firman Tuhan bagi anak-anak kita. Kita menyadari bahwa kita bukanlah orang tua yang sempurna dalam menghidupi firman Tuhan, namun yang dicari anak-anak bukanlah orang tua yang sempurna melainkan yang bertumbuh di dalam Tuhan. Pertumbuhan dan perubahan hidup kita di dalam Tuhan adalah sebuah demonstrasi akan kemenangan iman di dalam Tuhan Yesus yang menjadi inspirasi bagi mereka untuk diikuti. Di lain pihak, sering kita mendengar kisah tentang anak-anak yang meninggalkan gereja atau bahkan imannya karena sakit hati dengan perilaku orang tuanya yang ketahuan munafik.

Kiranya Tuhan Yesus memampukan setiap orang tua Kristen untuk bersama-sama keluarganya bertumbuh di dalam Dia walau menjalani kehidupan yang tidak mudah dan penuh godaan pada masa-masa ini. Amin. 

×

2 Timotius 3 : 16-17

16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

×

2 Timotius 3 : 10-14

10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.

11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.

×

2 Timotius 1 : 5

5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

  1. Bagikan pada anggota yang lain tentang hal yang paling membekas bagi Anda dari khotbah hari Minggu kemarin (mungkin ilustrasi, atau poin khotbah, atau suasana hati Anda ketika mendengar khotbah, atau hal lain)? Mengapa?
  2. Bagaimana kehidupan Anda, baik sebagai orang tua atau anak-anak, dengan firman Tuhan? Apakah yang menjadi kesulitan Anda dalam hal ini?
  3. Apakah yang Anda harapkan dari gereja atau dari rekan-rekan GDG untuk membantu Anda dalam hal ini?

Apa yang menjadi komitmen Anda untuk menghidupi firman Tuhan ini?

  1. Doakan anggota kelompok GDG Anda, baik sebagai orang tua atau sebagai anak-anak, agar hidup dekat dengan Tuhan dan menghidupi firman Tuhan dengan setia.
  2. Doakan keluarga dari anggota kelompok GDG Anda dengan pergumulan yang mereka hadapi agar Tuhan menolong dan menguatkan mereka di dalam pergumulan tersebut.
Download Ringkasan Khotbah
Download Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah
Tutup Ringkasan Khotbah