Harapan Bagi Umat Allah

Senin, 15 April 2019

Bacaan hari ini: Yesaya 29 | Bacaan setahun: Rut 3-4, Kisah Para Rasul 16


“Celakalah Ariel, Ariel, kota tempat Daud berkemah! Biarlah tahun demi tahun perayaan-perayaan silih berganti!” (Yesaya 29:1)

harapan bagi umat allah

Yesaya 29 yang kita baca hari ini diambil dari bagian pertama kitab Yesaya. Bagian pertama kitab ini berisi tentang peringatan Allah kepada bangsa Israel melalui Yesaya, karena pada waktu itu bangsa Israel sudah terlalu jauh meninggalkan Allah. Allah melalui Yesaya memberitakan bahwa akan adanya hukuman bagi bangsa Israel jika tidak kembali kepada Allah. Penghukuman tersebut seperti yang sudah kita ketahui bersama adalah “pembuangan ke Babel.”

Pada ayat pertama disebutkan “Ariel.” Ariel di sini berarti “singa Allah,” merupakan nama simbolis yang merujuk pada kota Yerusalem. Sekalipun penduduk Yerusalem merasa aman dan melakukan perayaan agama seperti rutinitas, Allah akan mendatangkan hukuman bagi mereka karena dosa mereka yang besar. Tujuannya adalah agar bangsa Israel menyerah dan kembali kepada Allah. Pada ayat selanjutnya, yaitu mulai ayat 9-16, menuliskan bahwa Allah membutakan bangsa Israel beserta pada imamnya, dan Allah seakan menarik diri-Nya supaya bangsa Israel tidak lagi bisa mencari-Nya. Allah mulai menarik diri-Nya karena bangsa Israel hidup tidak berkenan di hadapan-Nya. Ini adalah bagian dimana kejatuhan Yerusalem akan datang, bagian dimana Allah akan membiarkan bangsa Babel mengkhianati bangsa Israel. Bagian akhir dari pasal 29 (ay. 17-24), memiliki sebuah nada yang berbeda dari dua bagian sebelumnya. Bagian ini menunjukkan isi hati Allah. Allah memberikan bagi bangsa Israel sebuah harapan bahwa di tengah penghukuman Allah, tidak selamanya Allah akan menghukum mereka. Akan tiba waktunya bagi “keturunan Yakub” (merujuk kepada Israel) untuk melihat keselamatan dari Allah.

Allah kita adalah Allah yang tegas, namun Allah juga adalah Allah yang pengasih. Tidak selama-lamanya Allah akan menghukum. Mari kita anak- anak Allah tidak melupakan Allah dalam hidup kita, dan mari senantiasa kita hidup setia hanya kepada Allah.

STUDI PRIBADI : Pernahkah Anda melupakan Allah seperti yang dilakukan bangsa Israel? Apa yang terjadi kepada bangsa Israel ketika mereka melupakan Allah ?

Pokok Doa : Berdoalah bagi hidup jemaat Tuhan, kiranya kita mendapatkan pertolongan dari Allah senantiasa untuk setia kepada-Nya, selalu melakukan kehendak dan perintah-Nya dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *