Hidup Suci Dan Setia Di Hadapan Tuhan

Kamis, 14 Maret 2019

Bacaan hari ini: Kidung Agung 4 | Bacaan setahun: Ulangan 9-10, Yohanes 5


“Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.” (Kidung Agung 4:16b)

hidup suci2-min

Garis besar latar belakang kitab Kidung Agung ini adalah tentang seorang gadis Sulam yang sedang jatuh cinta kepada kekasihnya, yang berprofesi gembala domba. Karena cintanya yang mendalam, dia berani menolak cinta dari raja Salomo. Walau ditolak, raja Salomo tidak putus asa.

Pasal 4 ini adalah puisi rayuan raja Salomo untuk menundukkan hati gadis Sulam. Kata-kata manis, bahkan kelimpahan materi dan kemegahan sang raja, digunakan raja Salomo untuk menundukkan hati si gadis Sulam. Tidak hanya itu saja, bahkan para permaisuri (yakni putri Yerusalem) dan para gundik raja Salomo berusaha juga untuk membujuk gadis Sulam agar bisa menerima dan mencintai raja Salomo. Tetapi cinta gadis Sulam tidak goyah. Si Gadis Sulam tetap memelihara kesuciannya. Ini terlihat pujian dari raja Salomo yang mengatakan, “Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, dan mata air termeterai” (ayat12). Tidak hanya itu saja, gadis Sulam tetap mencintai kekasihnya. Hal ini terlihat dalam perkataan gadis Sulam bahwa, “Semoga kekasihku datang ke kebunnya…” (ayat16b). Jadi gadis Sulam tidak tergoda dengan apapun juga (materi dan kekuasaan), ia tetap setia akan cintanya kepada kekasihnya. Cintanya pada kekasihnya tetap, tidak tergoyahkan.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan dua hal: (1) kita harus bisa menjaga kesucian kita. Bagi pasangan muda-mudi, hendaklah menjaga kesucian hidup. Janganlah melakukan seks sebelum menikah. (lih. Maz. 119:9). Bagi pasangan yang sudah menikah, hendaklah menjaga kesucian pernikahan (lih. Ibr. 13:4). Janganlah menggunakan seks hanya untuk memuaskan daging (band. Mal 2:15). (2) Kita belajar untuk setia. Sebab Allah kita adalah Allah yang setia (band. 2Tes. 3:3; 2Tim. 2:13). Kita juga belajar untuk setia kepada pasangan kita sama seperti Allah kita yang setia sama kita. Jangan bergonta ganti pasangan alias cerai, terus kawin lagi dengan alasan tidak ada kecocokan atau apapun alasannya. Hendaknya kita serius menjaga kekudusan pernikahan kita.

STUDI PRIBADI: 
(1) Apakah kita sudah menjaga kesucian hidup kita?
(2) Apakah kita sudah setia, baik kepada Tuhan maupun kepada pasangan kita?

Pokok Doa: Menjaga kesucian hidup memang tidak mudah tapi marilah kita memohon agar diberikan kemampuan oleh Tuhan untuk menjaga kesucian hidup, baik kita yang sudah berpasangan dan yang belum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *